(Paradoks Gaul) Pendeta, Ustad, Teroris dan Kafir


Alkisah disuatu propinsi yang sangat ramai dan modern hiduplah 4 manusia teladan. Mereka menempati rumah yang sama (sewa rumah kopel-masing-masing 1 blok, lengkap dengan perabotnya), dan entah kenapa merekapun sama-sama angkat kontrak dalam waktu yang sama. Mereka memiliki profesi yang berbeda terdiri atas, Pendeta, Ustad, Teroris dan Kafir.

Awalnya kehidupan mereka damai, tentram dan terkendali, simultan dengan kegiatan yang mereka lakukan, masing-masing mulai menampakkan hasil yang baik atas kerja profesinya. Disinilah bibit petaka mulai berkembang biak, masing-masing menonjolkan kepunyaannya. Pendeta dan ustad membeli kendaraan Roda Dua Harley Davidson:
1303927341992154791



Punya PENDETA-CVO™ Ultra Classic Electra Glide®

13039275251883991648



Punya USTAD-Harley-Davidson CVO™ Road Glide® Ultra


Kenapa Pendeta dan Ustad memilih kendaraan roda dua, mengingat order yang tidak teratur dan tidak menetap dan order tetapnya hanya sekitar 10%, situasi medan pelayananpun selalu berubah-ubah, tergantung yang membayar, sehingga dibutuhkan kendaraan cocok disegala kondisi.
kemudian si Teroris dan Kafir membeli kendaraan Roda Empat:

1303928971268599575



Punya TERORIS-Hummer Limited Edition H2 Silver Ice

13039304481139425944



Punya KAFIR-Chevrolet Corvette ZO6 Limited Edition

dan kenapa pula Teroris membeli kendaraan roda empat semi tempur bertehnologi, disamping donatur negara negara penghasil minyak, kendaraan ini mengakomodasi dan mewakili kepentingan organisasi yang sarat dengan inovasi (tak tahulah inovasi macam apa). Demikian juga si Kafir lebih berorientasi kepada kenyamanan.
Seperti biasa para profesional ini, sudah bangun pagi dan melakukan kegiatan rutin pemeliharaan kendaraan. Masing-masing mengecek kondisi keselamatan kendaraan. Bunyi mesin diwaktu bersamaan terdengar meramaikan aktifitas tetangga disekitar, sebagai tanda kendaraan siap dioperasikan. Selang beberapa menit seluruh kendaraan sudah meluncur meninggalkan rumah dan kembali melakukan aktifitas rutinnya.
Inilah awal rentetan kegaduhan, disaat sore setelah pulang dari pekerjaan pelayanan, masing-masing memarkir kendaraannya, namun berbeda dengan Pendeta (pria) yang membawa seorang wanita cantik dengan pakaian sexy diboncengan belakang Harley Davidsonnya. Serta merta para penghuni Ustad, Teroris dan Kafir berlarian dari sarang untuk melihat peristiwa unik tersebut. Sang Pendeta dengan senyumnya membawa wanita itu masuk kerumahnya. Suasana kembali sediakala. Namun apa dikata, pada saat yang lain sedang istirahat sang Ustad bangun mengendap-endap masuk keparkiran sang Pendeta dan mengiring perlahan-lahan Harley Davidson Pendeta keluar dari lokasi rumah sejauh 1 km yaitu workshopnya Ustad, didalam workshop dengan peralatan yang lengkap diambilnya gergaji besi listrik, maka selesailah Harley Davidson Pendeta di Modifikasi, kemudian dibawanya kembali ketempat asalnya.
Pagi hari alangkah kagetnya sang Pendeta melihat Harley sudah terpotong knalpotnya hampir sepanjang 1/2 meter, pecahlah teriakan Pendeta maka terbangunlah Ustad, Teroris dan Kafir berhamburan keluar menemui sang Pendeta, ada apa gerangan Pendeta?, Jawab pendeta, lihat motorku, siapa yang berbuat kurang ajar ini?, mereka semua terdiam, tapi beberapa detik kemudian keluarlah kalimat sang Ustad, mungkin yang berbuat itu punya maksud baik, dipikirnya pendeta belum disunat, berhubung pendeta sibuk maka diberinya tanda pada motor Pendeta. Sambil merengut Pendeta menjawab, oh itu toh, oklah kalau begitu. Bubarlah semua dan kembali melakukan kegiatannya masing-masing.
Kembali kesore hari seperti biasa para penghuni kembali kerumah, dan memarkir masing-masing kendaraan pada tempatnya, tetapi berbeda dengan Ustad yang datang dengan suara mesin kendaraan yang bising, dan terus memutar RPM berkali-kali, wow rupanya sang Ustad telah memodifikasi knalpot Harleynya. Dari balik jendela masing-masing Pendeta, Teroris dan Kafir geleng-geleng kepala melihat kejadian itu. Namun apa dikata, pada saat yang lain sedang istirahat sang Pendeta bangun mengendap-endap masuk keparkiran sang  Ustad, kemudian membuka resleting celana dan dengan cekatan dikencinginya knalpot Harley sang Ustad berkali-kali.
Pagi hari alangkah kagetnya sang Ustad melihat Knalpot Harley modifikasinya sudah tidak tampak chrome dan telah berubah menjadi kecoklat-coklatan, lalu di dekatinya knalpot itu, hmm kok seperti bau pesing dan kagetnya warna coklat itu rupanya karat. Sambil berfikir dia bergumam hmm luar biasa nich dampak kencing tu orang dalam hitungan jam knalpotku sengsara dibuatnya. Lalu sang Ustad berteriak, maka terbangunlah Pendeta, Teroris dan Kafir berhamburan keluar menemui sang Ustad, ada apa gerangan Ustad?  jawab sang Ustad, siapa yang berbuat ini?, seperti biasa semua terdiam namun tiba-tiba keluarlah kalimat dari Pendeta, mungkin itu teguran juga buat Ustad, maksudnya teguran baik, karena dipikirnya Ustad tidak mengenal pembabtisan, berhubung Ustad sulit ditemui sebagai pesan, motor Ustadlah yang menerimanya. Dengan muka kusut sang Ustad menjawab, oh ya, oklah kalau begitu, maka bubarlah semua kembali kerutinitasnya masing-masing.
Kejadian yang berestafet ini rupanya menjadikan sang Teroris terganggu aktifitasnya selama 2 malam, padahal beliau sedang merencanakan rencana besar sebagaimana arahan dan tujuan dari organisasi. Akhirnya sang Teroris dengan terpaksa mempergunakan plan B. Sore harinya setelah semua penghuni kembali kerumah, sang Teroris menyapa sang Pendeta dan sang Ustad serta tersenyum pada sang Kafir dan seperti biasa semua masuk kerumah masing-masing untuk beristirahat. Tengah malam dengan mengendap-endap sang Teroris mengumpulkan kendaraan sang Pendeta, sang Ustad dan kendaraannya Hummer ditempat parkirnya, kemudian beliau berdiri ditengah-tengah 3 kendaraan dimaksud sambil tersenyum penuh semangat,  kalian pikir hanya kalian yang paling benar, tombol klik pun berbunyi Dooooooommmmmm, Ledakanpun tak terelakan, para penghunipun keluar menyelamatkan diri, ada apa gerangan? dan kemana si Teroris?, Pendeta, Ustad dan Kafir bergantian bertanya, ternyata 3 kendaraan hangus bersama sang Teroris.
Maka tinggallah kendaraan sang Kafir. Lalu sang Kafirpun berkata, ayo teman-temanku Pendeta dan Ustad, mari kita jalan-jalan dengan kendaraan yang tersisa ini sambil menikmati suasana alam yang  sudah lama tidak kita tenggok, mungkin nanti ada yang bisa kita urus bersama.
SMP

Tidak ada komentar:

Posting Komentar