gradasi pemikiran manusia sudah semakin tidak pada batas-batas kewajaran;
Manusia sudah mulai menghiraukan manfaat Alam;Keakuan manusia semakin berkembang menuju penguasaan;
Kekayaan akan penghambaan uang menjadi dasar kebanggaan pencapaian;
Anak, cucu, cicit, buyut dan generasi berikut menanggung akibat keakuan;
Alam mulai menunjukan kekeliruan;
Manusia berfikir instan untuk menyelesaian persoalan besar;
Nilai-nilai kebinatangan menjadi trend legitimasi;
Lima tahun cukup untuk berfikir keakuan di dalam jabatan;
Nafsu sex tidak lagi membedakan hubungan kekeluargaan;
Air bersih terasa sulit ditemukan;
Makanan tidak ada lagi yang alami dan diproses pabrikasi;
Taman-taman berganti pencakar langit;
Tua-tua baru terpikirkan melangkah menuju perubahan;
Kaderisasi hijau pun terlupakan;
Mengapa para Tua-tua ratusan tahun yang lalu tahu membatasi keakuan?;
Apakah karena mereka memikirkan masa datang,;
Mengapa para Tua-tua masa lalu berkata-kata dapat menjadi kenyataan?;
Apakah karena mereka tahu adanya kekuatan sang Pencipta?;
Sekarang orang tua tidak didengarkan anak-anaknya;
Sekarang anak-anak berjibaku dengan orang tuanya;
Sekarang anak-anak tidak mengenal etika;
Sekarang anak-anak bebas mengauli lawan jenisnya;
Sekarang anak-anak bebas mengauli sejenisnya;
Sekarang anak-anak bebas membuat kelamin ganda;
Sekarang anak-anak bebas mengganti kelaminnya;
Sekarang anak-anak bangga mempertontonkan auratnya;
Sekarang muncul bintang-bintang beraroma ketelanjangan;
Para wakil rakyat menonton aurat pada sidang permusyawatan;
Teladankah mereka?;
Wahai para penghuni bumi, mulailah suatu perubahan;
Tidak perlu membedakan antara tua dan muda;
Perubahan yang diinginkan sang Pencipta;
Berlaku adil disepanjang kehidupan;
Baik terhadap Alam maupun sesama manusia;
Tidak membeda-bedakan kepercayaan kepada sang Pencipta;
Rencanakan kehidupan untuk seratus tahun kedepan;
Agar semua kata-kata kita didengar anak-anak; Rencanakan kehidupan untuk seratus tahun kedepan;
Agar kelak masa depan bersinar bagai Sinar Mentari Pagi penuh warna seperti pelangi.
SMP
Tidak ada komentar:
Posting Komentar