Salah Apa, Olah Raga Indonesia


Cuplikan (Media Indonesia “Minggu, 28/11/2010″)
Ketum KONI Pusat, Rita Subowo “Ini upaya peningkatan prestasi yang baik”
Menpora, AM “Dengan hasil ini indonesia bisa meningkat dua kali lipat jika dibandingkan di Doha”
Pengamat Olah Raga, Fritz Simanjuntak
  1. “Ini jelas bukan peningkatan, tetapi keterlambatan prestasi, bila ingin dikatakan peningkatan seharusnya kontigen Indonesia meraih lebih dari empat mendali”
  2. “Mereka (Kemenpora dan KONI) selalu merasa berhasil mengembangkan olah raga di Indonesia”
Perutku terasa mules mengamati pernyataan Ketum KONI Pusat dan Menpora, wow rupanya masih relevan ya “Lagu Tidur”, apa pengukur parameter kinerja dan prestasi Olah Raga beserta Atlitnya? sehingga dengan lancarnya kata2 “Upaya Peningkatan Prestasi” dan Grade “Baik” (buruk/0-40; Kurang/41-60; Cukup/61-70; sedang/71-80; Baik/81-90; Baik Sekali/91-95; Sempurna>95) apa sudah ada aturan tentang Pedoman Pengukuran Prestasi, dan yang lebih menggelikan pernyataan AM “Meningkat 2 kali lipat” dengan pembanding “Doha (2006)” kok seperti baru saja mengaplikasikan operator ([+]; [-]; [:]; [x]; [^]) pembagian (4:2=2, dst) sehingga begitu spektakulernya, mungkin selama ini beliau tak terbiasa dengan istilah operator dipergunakan pada kehidupan keseharian di Indonesia hingga saat, contoh Operator:
penambahan: Pembangunan Gedung Pencakar Langit di Ibukota Negara semakin merajalela; pengurangan: Lahan Penghijauan di Ibukota Negara semakin tak terperhatikan; perkalian: Penjualan saham Krakatau Steel yang murah meriah; pembagian: Studi banding anggota DPR ke Mancanegara dalam rangka penyusunan corak RUU; Perpangkatan: Gayus (aktris Media). ditinjau dari sisi Antagonis; untuk Protagonis teman2 dapat menjelajah sesukanya.
Kembali se sosok AM, Bapak lupa ya pada tahun 1998, Indonesia berhasil memboyong 6 mendali Emas, atau Bapak berfikir “Tugasku kan hanya mengevaluasi kinerja dan hasil pencapaian pada priode satu kali dibawahku, bukan tugasku untuk mengevaluasi priode yang lalu-lalu; Kenapa demikian sederhana tinjauan dimaksud?, berhubung Priodeku = Priode Presiden sekarang, maka, Bukan Presiden = Bukan Aku, Apa kepentinganku untuk berpikir yang bukan, yang ada saja ngejelimet. akhirnya Resiko pun tak ingin dipikul beliau. Ditambah lagi dengan ramalan cuaca yang extrim akhir2 ini, pahitnya di priode berikut akan mencoba peruntungan mungkin menjadi pengusaha budidaya lele (spt Walikota Depok “N” sebelumnya Menteri-Dewi Fortuna masih mengharapkan perubahan beliau)
Sejogyanya Bapak AM. yang mulia memberi waktu kepada kami (tak lulus wajib belajar 9 tahun, namun sudah mempelajari ilmu hitung) untuk menyampaikan pandangan bapak pada kesempatan pertama.
Lebih kreatif lagi justru para atlit, mereka hanya berucap dan berbagi antar atlit “Pernahkah kami ditanya oleh pengurus KONI/kapan AM yang terhormat dan Mulia pada waktu senggangnya bersama-sama bercengkrama dan menikmati kopi di Warkop asrama sambil bersenda gurau ceria”. Dengan penuh harap, para Atlit berlatih dengan rutin dan berusaha memberikan yang terbaik, dan ternyata tidak sia2 perjuangannya, para atlit telah melewati standar prestasi yang ditargetkan. Tibalah waktunya pertarungan dimulai, masih dengan harapan yang bersahaja, mereka mengunjungi Warkop di Guangzhou, sambil menunggu hingga lepas sore, akhirnya mereka menorehkan MOU walaupun tanpa Yang Mulia dan Pemilik Club sebagai berikut “Inilah kunjungan terindah di Warkop Guangzhou - mari timbun kolesterol sesukamu, dan isaplah cerutu kebebasan, sebagai lambang kunjungan wisata kita kesini” Apa yang terjadi 4-9-13.
Ah, cerita mimpi.
Salam Merah Putih
  • 29 November 2010 06:00:18
    salah kaprah.
    Salah hitung.
    Salah asuh.
    Salah makan.
    Yang paling besar adalah salah pengurus.
    Pernyataan markus/kido setelah merebut emas dan pulang ke Indonesia membuktikan bahwa pengurus PBSI kurang memperhatikan pemain pelatnas (masalah kesejahteraan dan kontrak).
    Itulah mengapa bulutangkis mengalami penurunan.
    Seharusnya ini jadi evaluasi besar-besaran KONI dan kemenpora.
    Cuma dayung yang menyumbang 3 emas.
    Jadi seharusnya cuma dayung yang meningkat prestasinya.
    Jadi jangan digeneralkan.
    Salam.
  • 29 November 2010 14:57:21
    Terimakasih atas kunjungan dan tanggapan Bpk Palti Hutabarat, saat ini urgensi bagi kita (rakyat) untuk mengetahui transparansi pengelolaan OR yang selama ini tertutup, urusan evaluasi, kita sudah tahu bagaimana hasil evaluasi mereka, semua perlu di reinstalling.
    Salam Merah Putih
  • 29 November 2010 06:44:15
    Kalau yang meminpin itu orang politik, takka ada yang beres. Mereka hanya berpikir untuk kepentingan politiknya semata. Orang politik itu pusaran fikirannya hanya sebatas pusar ke bawah.
    Tidk malu sama Malaysia.
  • 29 November 2010 15:10:29
    Terimakasih atas kunjungan dan tanggapan Bpk. Surya Darma, Kalau urusan Pusar hingga telapak kaki, antena/sinyalnya kuat sekali, selesai makan lalu tidur saat rapat, beres-beres koper, belanja, reservasi hotel dan entertaintmen dst …,
    Kemauan untuk memperbaiki (spt malaysia) belum ada ereksi penyelenggara negara.
    Salam Merah Putih
  • 29 November 2010 07:26:50
    sedih ya, dengan prestasi indonesia,
    atletik = 0 medali, sebagai induk olahraga, prestasinya merosot drastis. padahal dulu punya Mardi Lestari, Purnomo, Edu nabunome dll
    btw, untuk om hutabarat, indonesia dapat medalinya dari perahu naga (dragon boat) 3-3-0, bukannya dayung (rowing) 0-0-0 alias nggak dapet medali,
    tetap salut dengan prestasi atlet kita,
    salam olahraga
  • 29 November 2010 13:57:59
    oh iya mbak.
    Aduh jangan panggil om dong.
    Saya masih muda.
    Salam kenal.
  • 29 November 2010 15:32:06
    Terimakasih atas kunjungan dan tanggapan Ibu Skyva, dan terimakasih berpartisipasi turut berbelasungkawa dan menaikan bendera setengah tiang, semoga bagi yang berpestapora seperti KONI dan KEMENPORA melirik kita tetangganya ini yang sedang dirundung duka cita. Buat para Atlit yang telah berpulang ke Tanah Air.
  • 29 November 2010 07:35:56
    Bingung….
    semua saling terkait, jadi kalau dicari siapa yyg salah
    pastinya ga hanya bertumpun disalah satu org saja
  • 29 November 2010 15:34:23
    Tak usah binun dan binun, Kita sebagai Rakyat tanpa disadari memiliki suatu kedasyatan dalam bertindak dan berbuat, namun saat ini belum dapat di explor dengan baik, semoga dengan posting ini, Melek Kepedulian akan muncul.
    Salam Merah Putih

Tidak ada komentar:

Posting Komentar