Indonesia,
Sumber daya alam yang cukup, Sumber daya Manusia yang potensial & Pengurus Negara yang Opportunistik. Kenapa disebut cukup, karena sudah diexplorasi sedemikian rupa TANPA PERENCANAAN 100 THN, kenapa disebut Potensial karena bertambahnya usia negara, bertambahnya pendapatan perkapita dan tumbuhnya pendidikan bertingkat (SD s/d Perguruan Tinggi, namun tidak optimal pengalokasian Anggaran untuk hal ini “Pemerintah merencanakan anggaran pendidikan dalam APBN 2010 mencapai Rp195,6 triliun. Pagu indikatif anggaran 2010 tersebut terdiri atas komponen anggaran pendidikan melalui pemerintah pusat Rp82,5 triliun dan transfer ke daerah sebanyak Rp113,1 triliun, kata Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas) Bambang Sudibyo, di Jakarta, Rabu (24/6). Menurut Mendiknas, dari rencana anggaran pendidikan tersebut sekitar 54 persen lebih atau sekitar Rp113,109 triliun diperuntukkan pendukung program wajib belajar sembilan tahun secara gratis. “Rencana anggaran pendidikan 2010 itu mengalami penyusutan dibanding 2009 sebanyak Rp207,4 triliun,” katanya. Dana anggaran melalui transfer daerah, antara lain terbesar dana alokasi umum (DAU) pendidikan untuk membayar gaji guru mencapai Rp93,31 triliun, dana alokasi khusus Rp9,33 triliun, dan dana bagi hasil (DBH) mencapai Rp423,2 miliar. Anggaran tambahan DAU dan dana otonomi khusus pendidikan masing-masing sebesar Rp7,94 triliun dan Rp2,1 triliun. Dana untuk Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas) mencapai 57,5 triliun dan Departemen Agama Rp22 triliun. (Ant/OL-04) sumber-http://www.indonesia.go.id/id/index.php?option=com_content&task=view&id=10330&Itemid=700 ) Kenapa disebut Pengurus Negara Opportunistik “silahkan di summary masing2″
Kambing,
Ini yang mengelikan, namun sangat melengkapi dinamisnya bahasa Indonesia dan merupakan momori yang paling cepat di loading dan berada pada slot terpenting dari penyimpanan otak kanan kita, apalagi bila ditambah KAMBING HITAM, kalau hitamnya kambing sudah biasa., dan Kambing Hitampun akhirnya menjadi biasa.
Semut,
- Memiliki motivasi dan disiplin pribadi ( biarpun tidak ada pemimpin, pengatur atau penguasanya…) Kitapun wajib memiliki motivasi yaitu untuk senantiasa melakukan apa yang benar ( bukan sekedar apa yang baik). Dengan disiplin yang tinggi kita melakukan apa yang benar itu bukanlah oleh karena dilihat/diawasi orang ( Pengawas atau pemimpin) atau diperintah/dipaksa oleh orang (penguasa), namun semuanya itu kita lakukan atas dasar kesadaran kita bahwa kita adalah umat pilihan Allah, yang telah dipilih dan ditetapkan untuk menerima kemuliaan dariNya. Mari kita lakukan apa yang benar baik di rumah tangga, dilingkungan bisnis/pekerjaan, bahkan dimanapun kita berada bersaksilah bahwa Tuhan itu baik dan kasih setiaNya selama-lamanya.
- Maju terus pantang mundur ( perhatikan jalannya semut, tidak ada semut mundur..;) Jika kita ingin mengembangkan potensi hidup yang sudah Allah taruh dalam diri kita, maka kita harus mengambil keputusan untuk tidak berhenti, apapun alasannya, sampai kita melihat apa yang sudah Allah taruh dalam hidup kita terwujud. Jangan terjebak tipu muslihat iblis yang selalu menginginkan kita untuk berhenti dan mundur dari tujuan yang hendak kita capai.
- Berani bersusah payah/ berusaha keras ( menyediakan roti pada musim panas ) Janganlah berpikir atau buanglah pikiran bahwa segala sesuatu dalam hidup ini dapat diperoleh atau dicapai dengan mudah dan gampang. Jangan menginginkan segala sesuatunya terjadi secara INSTAN; karena segala sesuatunya ada harga dan waktunya sendiri.
- Manfaatkan waktu dengan sebaik-baiknya (mengumpulkan makanan pada waktu panen) Pada point 3 telah disebutkan bahwa segala sesuatunya ada masanya, ada waktunya (Pengktbh 3:1). Manfaatkan waktu yang ada dengan sebaik-baiknya, karena investasi kita yang paling mahal didunia ini adalah waktu. Waktu tidak dapat berhenti apalagi mundur, dimanfaatkan atau tidak ia tetap akan maju terus. Jadi investasikan waktu anda untuk prioritas yang benar (bersekutu dengan Tuhan Allah, keluarga, pekerjaan dan pelayanan), jangan dibolak balik urutannya! sumber http://www.lintasberita.com/go/493909
Salam Merah Putih

Tidak ada komentar:
Posting Komentar