Otak Tidak Terbatas Tetapi Terbatas (≠ α & Ω )


12945096071765220990
12945091001982855065
Ada apa dengan pemikiran?, kenapa pemikiran selalu menjadi menu utama dalam setiap diskusi, baik itu diskusi untuk sesama manusia, diri sendiri, terlebih diskusi khusus kepada sang Pencipta sehingga berserak dan terkumpullah hasil-hasil pemikiran melalui ragam multimedia, baik itu yang dituangkan berupa penulisan, penemuan, pengalian arkeologi, formulasi, dan metode-metode lain hasil olah pemikiran.

1294510002720302069
Bagaimana pemikiran itu bermula, belajar, berkembang / berproses, dan memberikan hasil; Pada dasarnya, walaupun penulis dan pembaca memiliki argumentasi dinamis terhadap hal ini, silahkan saja. Bahwa mula terlahir / brojolnya bayi dari seorang ibu (sementara ini belum diciptakan ibu elektronis) adalah asal mula seorang bayi mengenal dunia di luar rahim ibunya, kenapa dia menangis dan kenapa waktu masih dirahim ibunya, justru tidak pernah mendengar suara tangisan?, karena ada suatu hal yang sangat extrim, terjadi pada dunia di luar rahim, dalam istilah bersahaja dari suasana yang hangat di dalam rahim ibu, tiba-tiba di luar rahim dingin, terang, ada angin, ada suara-suara dan seterusnya. Bagaimana jika bayi tidak nangis, artinya bayi tersebut masih merasakan suasana dan kenyamanan yang sama seperti di dalam rahim ibunya, atau ada indera bayi tersebut yang mengalami gangguan,  baik itu bawaan semenjak dirahim atau hal lain.

Bayi lahir dan menangis, ibu memberikan air tete-nya kepada bayinya melalui ujung trompet, si bayi binggung, apa ini hihihi (demikian juga saat menyusui, karena hal-hal baru muncul diluar kebiasaan di dalam rahim; Dan jaman sekarang ibu-ibu modern emoh untuk menyodorkan trompet, ibu-ibu sekarang pengennya trompet hanya buat hiasan dan tidak dinikmati oleh < 17 tahun; awas lo kalau horny). Inilah pengalaman awal bayi, simultan dengan suara/ucapan sang ibu, nak kau cantik/ganteng sekali, kemudian dicium dan dibelai kepala botaknya. (apa yang dirasakan sang bayi, ada suara, ada sesuatu yang menempel dipipinya dan ada sesuatu sentuhan lembut di kepalanya.

Demikianlah riwayat bayi, tumbuh menjadi balita yang lucu, bisa mendengar suara, bisa berbicara, bisa bertanya, bisa menjawab, dan sebagainya. Ini bagian dari apa? Dari kerja otak, melalui olahan pikiran sesuai dengan tingkat/masa/waktu pertumbuhan.

Pada waktu yang bersamaan apa yang ada dipikiran orang tuanya yang normal (ruang lingkup tidak diperluas ke abnormal): Memberi mereka kehidupan/perawatan (makan, minum dsb); memberi mereka pengetahuan berjenjang (introduksi dst); Memberi mereka ketrampilan; memberi mereka sekolah; membantu mereka memberi jalan terhadap sesuatu yang mereka tanyakan, Membekali dengan ajaran leluhur (Agama, budaya, dls), melarang mereka terhadap hal-hal yang tidak berkenan/sesuai dengan tatanan masyarakat/budaya/agama dan seterusnya.
Berbekal bimbingan orang tua, lingkungan, sekolah, pengalaman, teman pro atau kontra, ketokohan, budaya, agama, dan seterusnya berkembanglah sosok si bayi → balita → anak-anak → remaja → pemuda/pemudi → berkeluarga → tua → bercucu → tanah, dari siklus ini pikiran secara normalakan berdinamisasi dan bertumbuh melalui hal-hal yang nyata terjadi ataupun hal-hal yang bersifat perkembangan keyakinan/kepercayaan.

Apa yang membedakan sang Pencipta dan Manusia?
mengutip buku-buku terdahulu bahwa Manusia diciptakan oleh sang Pencipta menurut gambarNya. Bentuk manusia mulai fisik berikut isinya sebagaimana menurut Anatomi Manusia (Anatomi manusiaatau antropotomi ialah sebuah bidang khusus dalam anatomi yang mempelajari struktur tubuh manusia @sumber: Wikipedia)
129450995279859086
Salah satu organ yang memiliki peran utama yaitu Otak yang berfungsi sebagai perintah (bergerak/tidak) terhadap anatomi manusia. Dan Otak tidak akan berhenti untuk bekerja dan berkembang sampai manusia itu kembali ke tanah. Luar biasa bukan?, tidak terbatas namun dibatasi oleh kembalinya manusia ke tanah. Apa perbedaannya dengan sang Pencipta. Yang jelas sama-sama berfikir (untuk bahasa manusia; entah bahasa pencipta) namun Sang Pencipta tidak terbatas karena tidak kembali ke tanah (Alfa dan Omega; belum ada yang bisa membuktikan ini). Mungkinkah pemikiran manusia mirip sang  Pencipta?andai manusia diberi kuasa untuk tidak kembali ke tanah seenak udelnya manusia, dan inilah kebijakan sang Pencipta “Kita harus kembali menjadi Debu Tanah“. (Pikiran Manusia Tak Terbatas Dan Dibatasi Oleh Tanah; Tuhan mungkin tidak berpikir dan tidak dibatasi).

(gb. dari gugel dan wikipedia)
SMP
    Budi Hartono
    ijin menyimak mas Ucoxs, salam Merah Putih..
    Ucoxs El Barton As Bart And Simpson
    Silahkan bang Budi, ada kopi ngak dirumah hihihi
    Katedra Rajawen
    tidak berpikir, sedang membatasi
    Ucoxs El Barton As Bart And Simpson
    Bang kate jangan melamun dong (fotonya), yuk kita ngupi bareng bang Budi
    Katedra Rajawen
    loh, emang melamun
    Ucoxs El Barton As Bart And Simpson
    nah itu baru abangku
    Herry F
    ehm…. lebih aman menyimak kali ini bro…. tapi sungguh detil…. sketnya.. salam.
    Ucoxs El Barton As Bart And Simpson
    sket hasil pemikiran para pemikir di gugel, emang lom tidur nich bro, sekedar melengkapi aja, siaga satu ya hihihi .. Salam Merah Putih
    Herry F
    salam MERAH PUTIH my Bro………………………………. HORAS..
    Herry F
    salam MERAH PUTIH my Bro………………………………. HORAS..
    Arimbi Bimoseno
    Salam merah putih…turut menyimak Mas Ucoxs…
    Ucoxs El Barton As Bart And Simpson
    terimakasih ibuku
    Madeteling
    Manusia yang dibicarakan mas Ucok, terbatas pada manusia yang beaada dalam alam fisika,.. Otak manusia berfungsi normal dalam kondisi fisik yang normal, umur (20 s/d 50 thn) lewat umur tersebut manusia tidak lagi menghandalkan otaknya, sebab secara fisik otan sdh rapush. Diatas 50 tn manusia sdh menggunakan bathinnya untuk memehami maslah di alam bathiniah, yang disebut renungan. Renungan tidak menggunakan otak, tetapi menggunakan bethin, sebab bathin adalah, bahagian dari manusia yang berada di alam atas (alam maya) yang dapat berhubungan dengan pencipta . Para pencipta umumnya tidak menggunakan otak, tetapi menggunakan bathin/renungan, bukan pemikian, karena renungan itu mengambil pengetahuan dari alam atas
    Ucoxs El Barton As Bart And Simpson
    sependapat dengan uraian bapak Madeteling. Ternyata bapak telah melibatkan mata bathin, inilah makna yang tersirat dari berfungsinya seluruh rangkaian anatomi manusia. Penulisan ini adalah langkah yang mungkin perlu (karena masing-masing pembaca memiliki argumentasi yang dinamis/dipahami boleh/tidakpun boleh) untuk di telaah, karena menggunakan ungkapan Bathin dalam merenung kurang mendapat tempat khusus pada era globalisasi ini, Namun seyogyanya mata bathin dilibatkan sedini mungkin, agar secara umum harapan kehidupan horizontal maupun vertikal terlaksana sebagaimana harapan Pencipta. Humor buat kita semua tidak terkecuali : Hei, rajin juga yach sekarang, apa karena umur nich? baru benah-benah. Terimakasih pak Made, bapak sudah menyelam di dasar laut hihihi SMP
    Husein Al Hallaj
    mantafff bingung, menyimak
    Khomsin Achmad Ar-rasyd
    Membaca postingan bang ucoxs serta tanggapan dari bang mandeteling, dada saya terasa sesak…trnyata apa yang saya cari selama ini,,,ada di p0stingan bang ucoxs. SMP.
    Ucoxs El Barton As Bart And Simpson
    Bersyukur sebagai Warga Negara Indonesia, yang diwarisi oleh para leluhur kepercayaan terhadap sang Pencipta. Coba saudaraku perhatikan di negara Eropa yang bekerja / dan hidup atas dasar pemikiran semata, yang terjadi adalah keliaran yang luar biasa, karena pesan para leluhur sudah ditinggalkan bahkan dibuang dan dibakar tak berbekas, hanya segelintir manusia saja yang masih menghargainya. Maukan Negara saudaraku seperti itu?, semua kembali kepada pribadi lepas pribadi untuk menyadari bahwa alam telah bertindak adil, bila alam dirusak manusia, maka alam akan kembali merusak manusia, siapa yang memerintahkan alam, itu kembali kepada keyakinan saudara untuk memaknai kebesaran sang Pencipta. Kalau kita hanya mengatakan bahwa itu force majer, artinya kita menghukum alam tanpa kita sadari perbuatan kita terhadap alam. Safe Your Planet. Salam Merah Putih
    Tato Sugiarto
    Horas Ucoxs Pada dasarnya, Dua kata di atas saya copy dari tulisan Anda melalui “ma’rifat” (meditation). Saya belum tahu maknanya, coba Anda renungkan dan beritahu saya bila sudah Anda pahami. Mauliate godang, Ompung Doli.
    Tato Sugiarto
    Horas Ucoxs, Selama ini semangat saya menggebu menganjurkan orang lain memanfaatkan paduan mata-kepala, mata-akal, dan mata-bathin. Akhirnya saya kena batunya, melalui tulisan Anda di atas saya justru diperingatkan, bahwasanya ketiga pandangan mata tersebut tak akan terpahami keluasan dan kedalamannya pesannya, apabila tidak diproses dengan OTAK (akal) secara benar, bagus, dan baik. “Ens est bonum, pulchrum, verum.” OTAK memang terbatas, namun didesain untuk menggapai YANG TAK TERBATAS! Mauliate godang, Ompung Doli.
    Ucoxs El Barton As Bart And Simpson
    Mohon maaf Omp. Tato S. tulisan ini tidak bermaksud demikian, hanya memberikan masukan saja, karena banyak kalimat yang mengatakan bahwapikiran manusia terbatas, sehingga ini menjadi panduan manusia tidak memaksimalisasikan seluruh potensi pemikiran yang telah dikaruniakanNya, dan menurut tulisan ini, pikiran dapat di explorasi sejauh yang diharapkan, khususnya mendialogkan perihal kepercayaan. Dan yang membatasinya hanya usia. Sehingga diberi judul Otak Tak Terbatas Tetapi Terbatasi Oleh Usia, Demikian. Mauliate Ompung.
    Budi Hartono
    bagaimana mbah Tato, berkenankah saya mampir ke tempatnya mbah Tato, untuk sekedar silaturahmi dan berdiskusi? hehehee, saya jadi ke sana bersama 2 orang kawan saya jikalau panjenengan berkenan @mas Ucoxs: mohon maaf jika saya nitip tulisan ini dilapak mas Ucoxs, hehehe SMP..
    Ucoxs El Barton As Bart And Simpson
    Silahkan mas Budi
    Amelia Windiani
    itu gambr porno ya mas??? ada ada saja kwkwkwkwkwkwkwkwkwk http://coretrizal.blogspot.com/2011/02/sumpah-serapah-al-quran.html

Tidak ada komentar:

Posting Komentar