Muka Adnan Buyung Nasution Bersama Gayus, 9111


1295002981368635038
(Hukum di  kaki kekuasaan) Metro TV Live berdialog dengan tokoh hukum senior Bpk. Adnan Buyung Nasution.Minggu, 09 Januari 2011. Bagaimana tokoh hukum senior secara independen memberikan komentar bersama-sama tokoh-tokoh politik, Gayus Lumbuan (PDIP), Gede Pasek Suardika (PD), Burhanuddin Muhtadi (Peneliti Politik).
Adnan Buyung: Bahwa Gayus Tambunan mengatakan bahwa beliau bukan orang baik, namun beliau bukan penjahat, dan siap mati untuk memereteli gurita mafia.
Penulis memberikan dukungan kepada Bapak Adnan Buyung walaupun bapak sudah dapat memprediksi bahwa hal ini suatu kebodohan, sudah jadi pembela namun dikadali dengan tingkah Gayus di luar kendali. Tapi bapak telah berpedoman kepada kode etik profesi bapak, untuk tetap mengahiri ini semua sesuai dengan prosedur hukum yang berlaku

Dan demikian dengan para politikus yang hadir, dikonter oleh Adnan bahwa mereka berada didalam kepentingan politik.Itulah politik di Indonesia, pamrih, tidak mengakui adanya kekurangan, tetap pada metode usang, ngalor ngidul di atas keterbatasan undang-undang sebagai celah pembelaan,  kalau hanya ngejalani aja, kasih saja sama robot hihihi,  hitamin kambing lagi, padahal sudah habis buat bakar sate …, (Masih seperti yang dulu kemaluan pindah dikepala).

  • Hei bangsat, tetap saja tololmu itu kau pakai, jangan-jangan sampah yang kau makan, sudah dibayar kau sama TKW-yang katamu Pahlawan Devisa (Sudah dianggap mati, padahal sengsara di negeri orang)”.

Berbicara Gayus, rupanya dengan pengalamannya selama melakukan pekerjaan ini, beliau telah mengumpulkan daftar dosa para aktor terkait dengan pajak ini, beliau meyakini bahwa ada waktu dia harus kejebur dan harus kejebur semua.Bapak Adnan Buyung Nasution dan Gayus Tambunan, penulis ucapkan terimakasih atas usaha perbaikan menuju Indonesia bermartabat, walaupun disatu sisi sdr. Gayus telah merugikan negara, namun kau beritikad baik untuk membongkarnya, walaupun itu dasar dendam  pribadimu dengan mereka, dan itu adalah urusanmu, tapi itu lah bagian resiko. Oh Oya Oya Oya Bongkar by Iwan F.


SMP
    Katedra Rajawen
    bisa sekuat itukah untuk membongkar? Mungkin perlu bantuan tenaga Bang Ucoxs tuh hehehe
    Ucoxs El Barton As Bart And Simpson
    bagusnya pake buruh yang bangun beton trotoar tempat para TKW itu hihihi, Selamat Malam Bang Kate SMP
    Tyas
    Bacalah postinganku hr ini. Sosok TKW, perempuan tangguh. Menahan siksa derita di negeri org, tanpa mengharap belas kasihan. Tegakah dr keringat mrk, para koruptor bersenang2 tanpa dosa?
    Ucoxs El Barton As Bart And Simpson
    ya itulah Indonesiaku, Indonesiamu, katanya jalan trus tak usah lihat kiri, kanan, atas, bawah, depan, belakang, masa hanya 5 tahun SMP
    Tyas
    Bacalah postinganku hr ini. Sosok TKW, perempuan tangguh. Menahan siksa derita di negeri org, tanpa mengharap belas kasihan. Tegakah dr keringat mrk, para koruptor bersenang2 tanpa dosa?
    Iky Ndx
    mending dukung LPI daripada mendukung pemberantasan korupsi indonesia yang lamban..
    Ucoxs El Barton As Bart And Simpson
    kita lihat saja nanti, apakah duel mereka untuk kesejahteraan para atlit hihihiTerimakasih
    indah fajar wati
    no coment untuk para penegak hukum Indonesia…….
    Ucoxs El Barton As Bart And Simpson
    tidak papa ibu Indah, kalau pusing minum obat warung aje hihihi … cande
    indah fajar wati
    oya tulisannya keren-keren.. sy pengen belajar… Mohon bimbingannya…
    Om Widy
    ha…ha….. saya. eh … temen saya, dulu sempat terancam situasi spt Artalita atau Gayus yang dosa mulai terkuak. Sebagai persiapan senjata akhir, saya…eh temen saya, membuat sebuah “daftar dosa lengkap dgn daftar pelaku dosa termasuk rekening dosanya” sebagai senjata pamungkas. Nggak mau dong nyebur sendiri sementara sebenarnya saya … temen saya… sebenarnya justru dapat yang kecil. Gelar perkara dimulai, keringat temen saya bercucuran, jantung seperti genderang perang. Tapi … lho … semua berakhir “baik”. Rupanya para orang yang ada dalam daftar dosa, juga membagi dosa dan punya daftar dosa “orang lainnya lagi”. Ternyata dalam gelar perkara itu diperlukan untuk “bahwa sudah ada proses”, selanjutnya? Hanya tukang sapu disitu yang namanya tidak ada. Tukang sapu bisa apa? he…he… slamet..slamet …. kata saya… eh teman saya…

Tidak ada komentar:

Posting Komentar