Si Hitam akhirnya hamil cuma-cuma


12948126941084605223

Tidak diperkenankan bagi yang pura-pura suci, atau para pencinta kesucian, untuk menyimak ini.
Di hutan belantara, yang damai hiduplah dua pasang keluarga yang hidup rukun dan sederhana. Mereka kedua-duanya adalah keluarga baru / menikah kembar waktu, namun ada yang unik diantara masing-masing keluarga, keluarga pertama warna kulitnya sama Hitam dan Hitam, keluarga kedua warna kulitnya seperti bendera merah putih yaitu Hitam dan Putih. Keduanya sangat bahagia, apalagi di malam pertama, wow kesannya sungguh menggoda, ibarat motor bodong meluncur tanpa rem, asyik deh sebut kedua keluarga ini.
Akibat perbuatan diluar kendali setiap mereka beradu kenikmatan, muncullah di kedua keluarga ini kebanggaannya masing-masing. Namun apa dikata kedua keluarga ini memiliki hasil yang unik pula, Hitam diadu Hitam keluar Hitam; Hitam diadu Putih keluar Putih. Walau demikian kedua pasangan ini  tetap bersemangat seperti biasa. Dari keluarga Hitam Hitam, hanya berucap ya namanya test drive, entar juga bisa, dari keluarga Hitam Putih: terimakasih, sudah muncul produk berkualitas hihihi. Karena semangat dan gejolak cinta muda yang luar biasa bagi kedua keluarga ini muncullah produk berikut, tetap seperti formula pertama Hitam adu Hitam keluar Hitam, Hitam adu Putih keluar Putih.

Disinilah pasangan Hitam Hitam mulai merajuk, ah masa dua kali masih itu-itu juga, lihatlah tetangga kita mama mereka juga sama seperti kita jumlahnya dua juga namun kok bertambah mantab sih, lalu si mama punya usulan, papa tak ada salahnya konsul sama tetangga kita, siapa tahu ada informasi yang belum kita ketahui. Oh ya mama, papa akan berangkat sesuai usul mama.

Sampailah si Papa Hitam istri Hitam di depan pintu, tok, tok, tok. dan daun pintu pun terbuka disambut oleh ajakan, Oh pak Hitam, sendiri saja nich, ayo masuk, kami baru saja latihan tadi hihihi, seru Si Hitam beristri Putih. Pak Hitam mau minum apa, mau ya juice lemon.

Sambil menikmati minuman pak Hitam/Hitam membuka topik, begini pak Hitam/Putih, kami sebenarnya malu menanya ini sama bapak, namun berhubung saya dan istri sudah sepakat, ya saya memberanikan diri menanyakan hal ini kepada bapak. Lalu jawab bapak Hitam/Putih lanjutkanlah. Dengan berseri-seri pak Hitam/Hitam mulai bertanya, pak Hitam/Putih saya sebenarnya mau tanya resep nich supaya bisa menghasilkan produk seperti 2 anak bapak ini. Oh ini toh, sebenarnya ini bukan resep sih, ini sudah turun temurun kami lakukan di lingkungan kami. Caranya mudah pak yaitu:

Pada saat bapak memulai beradu dengan istri bapak, perhatikan jam, cukup 30 menit itu saja; tapi ada syaratnya, ini perlu kebiasaan pak, ambil pembatas berbentuk bulat elastis, sisipkan pada kemaluan bapak, tepat pada posisi tengah kemaluan tersebut seperti karet gelang di posisi tengah sosis, Masukan itu di milik ibu hanya sampai batas karet itu, jangan sampai terlewat. Tunggu hasilnya, dijamin pak seperti produk saya”, sahut Hitam/Putih.

Mantab nich resepnya, baru hari ini kami dengar, ya sudah pak Hitam/Putih, pamit dulu ya, yang dirumah pasti bahagia mendengar kabar baik ini.


Sampailah si Hitam/Putih dirumahnya, ditemui istrinya seperti harap-harap cemas. Dengan keceriaan segera bapak memerintahkan, nich ma resep tokcer cepat singkap semua yang lengket pada tubuhmu, dan siaplah menerima sosisku hihihi, sambil mempersiapkan jam tangan ditangannya dan mengeset ke mode stopwatch, hitungan mundur akan dimulai 30 tik tik tik …, dihantam sosis, martabak itu, wethhhhh, ntar dulu jangan sampai lewat karet ma, bisa tak ampuh nich resep, lanjut kata mama tidak apa-apa kok pa ini sudah cukup ngelitikin kok, sambil menikmati sambil mengawasi mama dan papa bercanda hihihi enak juga ya, gak pernah kita lakukan seperti ini ya ma ya pa, waktu pun berjalan seenak waktu berputar, namun tidak semudah perkiraan si bapak, di menit 25, lanjut ke menit 20, sambil terus memonitor karet apa tetap pada pembatas hihihi, 15 menit, 10 menit, 5 menit, ternyata keringat papa dan mama sudah mulai bergelayutan ibarat monyet di daun kelapa, ditengoknya lagi, ah setan papa sudah tak sanggup nich ma (posisi menit ke 02.00) tahan pa, tahan pa, tidak ma tidak ma, Sangkin tak kuatnya papa menahan desakan demonstran dikemaluannya, sambil berteriak keras sebagai kekesalan bapak yaitu dimenit sisa stopwatch 01,08 detik.

"Ah cueklah hitam, hitam deh, bablas deh loh sosis"

Sembilan bulan kemudian …

SMP

Tidak ada komentar:

Posting Komentar