Makluk macam apa ini?, selalu saja ada kreatifitas yang terbatas. Suatu prosedural yang mengikat sebagai persyaratan awal untuk memasuki lapangan pekerjaan, apa ini suatu konspirasi pemerintah dengan pengusaha?, coba saudara bayangkan bagaimana perjuangan dalam mengikuti pendididkan dan yang paling ironisnya, pendidikan tidak pernah menjamin murid/mahasiswanya untuk memiliki kompetensi/pengalaman di dunia pekerjaan. Banyak lulusan Perguruan Tinggi yang sulit memperoleh pekerjaan (kembangkan dan cari sendiri), untung2 saja bila para lulusan memiliki mental setan, mereka dapat bertahan di kejamnya iklim. Bagaimana yang sebaliknya. Adakah pemerintah memperhatikan ini?. Sudah seperti apa rupanya SDM Indonesia sehingga timbul “Sertifikat Kompetensi”,memang maksud dan tujuannya cukup baik, tapi perbaiki dulu kesempatan lapangan pekerjaan yang seluas-luasnya dan kompetensi secara auto akan terbangun besertanya.
Menurut penulis salah satu yang tersirat dari penerbitan sertifikat kompetensi adalah celah mengumpulkan pundi2, dan celah pengiringan kepada kelompok2 yang diminati, atau dalam kata lain monopoli SDM.
Terimakasih atas sertifikatnya, penulis sudah memegangnya dan telah masuk dalam daftar eksekutif, calon2 pemilik kewenangan hihihi
SMP
NB.SMP itu sudah makan langsung pulang ya OM….
Tak masalah Pak Dunia Deni Habis Mam Pulang, sah2 aja, apalagi kalo kondangan, Salam Merah Putih.
Trimakasih Mas
Thanks brotha
Trimakasih Bpk. Sobran
salam
Omjay
Trimakasih Omjay
Tetapi jika dilakukan untuk fakultas lain apa tujuannya?
Apakah lulusan teknik ketika diberikan sertifikat kompetensi hanya diperbolehkan bekerja sebagai teknisi?
Karena hal ini akan menjadi sedikit aneh karena fakultas lain tidak sama dengan kedokteran yang setelah dapat S.ked harus coas untuk dapat gelar dr.
Kalau yang lain kayaknya cuma sampai sarjana tidak ada profesi.
2. Kalau untuk Fak. Lain tujuannya untuk penuh-penuhin kearsipan kementerian hihihihi
3. Ah itukan hanya prediksimu saja, Sarjana dari ITB sangatlah dinamis, dari Petani (misal) menjadi Enterpreneur.
4. Nah itulah perlukan ketrampilan teknis agar tidak melulu teoritis
Demikian laeku sisanya tergantung kau saja lae
SMP
Untuk apa sertifikasi kompetensi kalau ternyata tidak juga berguna dan lari dari jurusan ketika bekerja.
Uang dah habis dan kadang-kadang jadi ajang jual-beli sertifikat.
Sama seperti sertifikasi guru yang bisa diperjualbelikan.