Kompasiana Diperkosa

Udara Pagi yang begitu segar, kalau di di Ranca Upas (yuyuy) jangan cerita Si Foke ah …
terasa aroma hutan yang khas, seakan kita hidup di 1oo tahun yang lampau, air yang bersih, udara yang segar, kicau burung, buah strawbery hihihi siap panen (ambil sendiri yach), sumber air panas alami, penduduk yang bersahaja, walaupun ada beberapa warga kota yang eksekutif, tertutup dst …
Wow sungguh luar biasa, Inilah sosok Kompasiana. Walaupun terus diperkosa, mengonani {Sumber DS-saat aku berorani dengan kata} (Pusing lihat kelakuan para kompasioner yang gado-gado), ditelanjangi dan dihamili, siang malam sampai sperma (Admin mau nanggapi juga puyenk) bertaburan disana-sini,  beliau tetap bersahaja. menuntun kami para pelaku dan korban mencapai titik kepuasan terbatas, (haus lho pelaku dan korban melakukan ini). “Seperti menghirup Udara Pagi 100 Tahun Yang Lalu
Terimakasih Kompasiana., hanya itu yang dapat disampaikan, uang tak mampu terbayar, kalau boleh kredit aja yach hihihi … teruslah merias diri, Tambah Cantik dan Bahenol biar setan2 dan para dewa2 tergiur dengan rutin dan terus menikmati keelokanmu.
Maaf bung Admin atas celoteh sensitif yang satu ini, selanjutnya kembali kehabitat penulis
Hormat Kami Pelaku,
Salam Merah Putih

  • 2 December 2010 22:24:35
    tinggal d Bandung mas?
  • 2 December 2010 23:15:55
    Di Kejamnya Ibukota Mas Aldi. tumben nich belom bobo?
  • 2 December 2010 23:27:19
    wah sy biasa tdr mlm mas, kirain d bandung..soalnya mau ada acara kopdar nanti tgl. 11 d bandung
  • 2 December 2010 23:39:46
    oh gito, ayik donk region bandung…, ya tak apa2lah aku kirim salam2 buat teman2 smua, Oke deh Kang Aldy kita lanjutkan berikut, biasa lagu “Bang SMS” hihihi Salam Jakarta Bandung

Tidak ada komentar:

Posting Komentar