Pikiran, Kemampuan, Pengalaman, Prestasi, dst …, telah sangat menggurita dalam menyiasati hidup. Hal ini wajar-wajar saja dilakukan manusia agar dapat bertahan hidup dan mencapai tujuan yang diharapkan. Namun disisi lain ada hal-hal yang sederhana yang tak terperhatikan karena manusia sibuk dengan egonya. contoh yang remeh namun memiliki power yang dasyat antara lain, Kita dapat hidup dan menghirup udara dengan bebasnya, adanya Penghijauan, adanya air bersih tak terkontaminasi pada masa lampau yang sekarang telah mengalami gradasi, dst ….
Kenapa ada nafas kehidupan?, kenapa saudara tak mencoba mencari tahu hal ini, apa belum ada suatu ilmu yang merefer tentang hal ini, dan belum ada logika yang dapat menjelaskan keberadaannya.
Manusia selaku pengelola Alam dan Kekayaannya (sumber daya yang telah ada [saya tak mau katakan itu ciptaan-karena saudara masih menggunakan pikiran]-sama dengan pertanyaan konyol macam ini, mana lebih dahulu telor dengan ayam?), dari mulai ada sampai dengan majunya tingkat peradaban dunia, selalu berpacu untuk terus berkembang dan berinovasi. Ilmu dan penemuan terus berkembang, ada yang positif dan ada pula negatif.
Percayakan saudara bahwa ada kekuatan yang tak dapat kita identifikasikan telah mendampingi selama ini?
Kepercayaan yang dianut selama ini melalui salah satu peran “doa/sembahyang“, apa sekedar hanya meminta, memrotes, merasa tak adil (ada kaya-miskin, susah-senang, hitam-putih dst.), merasa perlu pengakuan dan lebih extrim lagi untuk menebus perbuatan yang keliru namun selalu dilakukan (sekarang berbuat - hari ini memohon penebusan - besok berbuat - besok memohon penebusan dengan kesalahan yang sama). Ini adalah output dari pengolahan Pemikiran. Pernahkan saudara membiarkan pemikiran untuk istirahat sejenak dan memanjatkan doa dengan keterbatasan kita dan bersyukur terlebih dahulu atas apa yang kita hirup dan kita nikmati pada hari ini?
Semua berpulang kepada Individu.
Salam Merah Putih
Pas susah ingat Tuhan, pas senang lupa Tuhan.
Semoga pejabat-pejabat kita tetap ingat Tuhan dan bersyukur supaya tidak rakus.
Salam Merah Putih
Mampir juga ya, tentang Kisruh SBY-Sultan, Tanggapan dan komentarnya sangat diharapkan
Terimakasih
Yogya Menggugat Referndum, Kenegarawanan SBY Dipertanyakan (Terdiri dua tulisan)
http://politik.kompasiana.com/2010/12/01/yogya-menggugat-referendum-kenegarawanan-sby-dipertanyakan-bagian-pertama/