Menurut kitab Nasrani “Air Bah dan Nuh”, bahwa YME telah menyesal menciptakan manusia (Kej 6:6, “maka menyesallah TUHAN, bahwa Ia telah menjadikan manusia di bumi, dan hal itu memilukan hati-Nya”) dan akan menghapusnya (manusia dan seluruh mahluk hidup), namun YME masih memaafkan dengan memberikan kehidupan kepada Nuh dan keluarganya berikut segala mahluk hidup (mewakili 1 pasang per jenis, Baik yang tidak maupun yang haram).
Kenapa hanya Nuh seturunan?, karena (Kej 6:9) Nuh adalah seorang yang benar dan tidak bercela di antara orang-orang sezamannya; dan Nuh itu hidup bergaul dengan Allah. Kenapa turunannya juga?, menurut penulis Karena seluruh turunannya mengikuti teladan Nuh.
Saat ini alam dan kekuatannya bereaksi. Tzunami, Merapi, Lumpur Lapindo, Banjir, Tanah Longsor, dst. Ini bereaksi karena apa?
(Kej 6:5) bahwa kejahatan manusia besar di bumi dan bahwa segala kecenderungan hatinya selalu membuahkan kejahatan semata-mata. Sehingga YME memerintahkan melalui (Kej 6:17) Sebab sesungguhnya Aku akan mendatangkan air bah meliputi bumi untuk memusnahkan segala yang hidup dan bernyawa di kolong langit; segala yang ada di bumi akan mati binasa.
Bencana di atas, adalah bencana lokal yang dibisikan YME kepada alam melalui angin, hujan, panas, gunung, laut, air, api dst. agar manusia merubah cara hidup yang telah menyimpang dari perintahNya (percaya atau tidak itu urusan masing-masing).
Pertanyaan saat ini?, masih adakah sosok Nuh sekarang? hanya YME yang tahu.
Kenapa Allah tidak berbisik kepada kita?, bukan tidak berbisik, pemikiran dan perbuatan kita selalu mendominasi, sehingga bisikanNya tidak terdengar dikarenakan bising dan macet lalu lintas di muka bumi ini. Kenapa tidak dimusnahkan sekaligus? karena kecenderungan hati manusia tidak selalu membuahkan kejahatan semata-mata. (Masih ada (mewakili lebih dari 1) manusia yang cenderung hatinya takut melakukan kejahatan).
Perhatian kepada pengurus negara (akar permasalahan - jangan pernah rakyat dijadikan ikut partisipasi melakukan penyimpangan - teladan berakar dari pemimpin Seperti Nuh dalam memimpin keluarganya), Allah telah berbisik pada angin, hujan, panas, gunung, laut, air, api,.
Apakah kita ingin menjadikan dunia atau Indonesia menjadi seperti dahulu diciptakanNya?
Gambar keseluruhan dari Gugel,
SMP



Ivan SMP
TP : Ah nggak usah nunggu YME menjawab, pengen lihat Nuh masa kini klik aja nihsalah satunya : http://id.wikipedia.org/wiki/Bruce_Almighty_%28film%29
Salam dari Bruce dan Evan.
Kenapa Tuhan harus merasa menyesal ?? Nyatanya, manusia enjoy aja tinggal di bumi.
dahsyaat….nya
Ingin tahu kebenaran, manusia harus bisa langsung berkomunikasi dengan TUHAN Alam Semesta!
The Sunset Generation seperti saya tidak mudah, harus melalui proses “samadi” seperti Permadi.
The Rising Generation seperti Anda secara ‘genetic’ sudah dibekali kemudahan, kapan saja dan di mana saja boleh “on line” dengan TUHAN Yang Maha Mendengar. Ini cukup adil, karena Anda dan rekan-rekan sebaya menghadapi kehidupan yang semakin complex, dynamic, competitive. Generasi Anda harus berwawasan masa depan (visionary strategic thinking), seperti Nabi Yusuf a.s. atau Kreshna. Yang tahu “future history” hanya TUHAN, maka diperlukan kemampuan berkomunikasi dengan Dia. Di samping itu harus pula teliti membaca himpunan jigsaw puzzles “The Road Map” yang tersebar di berbagai Kitab Suci. Perlu disadari, bahwasanya sasmita ALLAH disampaikan dalam kemasan bahasa ’symbols’ (allegory, metaphore), maka diperlukan ‘futurist’ dan ’symbol analyst’ untuk kesempurnaan memahaminya. “A good picture is worth thousands words!” Dikumpulkan seluruh kyai, pendeta, pedanda, biksu, atau para sarjana yang bergelar profesor sekali pun tidak bakal mampu memahami keseluruhan pesan-pesan yang terekam dalam ketiga gambar yang Anda tampilkan itu, paling banter tidak lebih dari satu permil kandungan maknanya yang sanggup mereka ungkapkan. Amang, “meditative arts” itu namanya. “Kalam ALLAH tidak berhuruf dan tidak juga bersuara,” apa pula maksudnya? Dia berkomunikasi dalam “bahasa biner” (10 - alpha omega), semisal : a young computer hacker, Theodore Donald “Rat” Finch (DJ Qualls), dalam film THE CORE.
“The show must go on!” Perjalanan Anda beserta rekan-rekan masih panjang, “Vaya con Dios!”
The Sunset Generation.
Ompung lagi cari bahan untuk nyambung tulisan Anda, supaya manusia sadar bahwasanya “Whispering GOD” terdengar di segenap penjuru alam. Gemanya semakin jelas seiring dengan “Kebangkitan Isa al-Masih”. Ini perlu disimak, karena kehidupan semakin complex, dynamic, competitive.
The Sunset Generation.
disini manusia ibarat puzzle juga, saling melengkapi agar puzzle dapat terbentuk dan berwujud sebagaimana pesan YME.
You’re right, thanks.
Ompung Doli.