Apa yang Harus Dijawab?


Edukasi-Opini
Sebagai Warga Negara Indonesia yang bodoh, miskin segala hal apalagi urusan keuangan?, mulai dari pengulingan Presiden ke II, Soeharto, kemudian dilanjutkan Habibie, Megawati, Gus Dur, SBY I, SBY II, dan rangkaian episode pemilihan Wakil Rakyat, dari mulai presiden di pilih oleh Wakil Rakyat s/d Vote for President, selalu saja ada pertanyaan yang timbul, mungkin saudara-saudaraku bisa ikut bantu menjawabnya:
  1. Kenapa Kita memilih Wakil Rakyat yang muncul tidak diminta, hilang tidak dicari?
  2. Apakah Calon Wakil Rakyat (dokter praktek) tersebut pernah menjenguk kami pasiennya (rakyat)?
  3. Jika telah menjenguk, adakah usahanya untuk memberikan resep terbaik (bukan obat warung)?
  4. Jika kami pasien yang sulit untuk dikunjungi dikarenakan lokasi kami di hutan perawan, adakah keinginan   untuk berjalan kaki tanpa alas untuk mengetahui perkembangan keadaan kami?
  5. Setelah disahkan menjadi dokter umum (Wakil Rakyat), adakah waktunya untuk lebih intens mempelajari keadaan-keadaan pasien diwaktu lalu yang belum terselesaikan dan mencari pengobatan yang lebih baik?
  6. Setelah menjadi dokter umum, punyakah keinginan untuk menjadi dokter spesialist agar para pasien spesialist bisa terobati?
  7. Masih banyak lagi pertanyaan2,  apalagi soal pemilik Puskemas, Rumah Sakit (Presiden), dan kenapa selalu saja kita mempertimbangkan opini-opini/resep para dokter dan pemilik Rumah Kesehatan itu?
Atas bantuan teman2 setanah air INDONESIA diucapkan terima kasih.
Salam Merah Putih. 

Deris Jaya
20 November 2010 14:17:40
semua jawaban tergantung dokter sejak awal niatnya mau apa ? mau mengabdi untuk ilmunya mau nolong si sakit atau mau memperkaya pribadi 
Ucoxs El Barton As Bart And Simpson
20 November 2010 14:27:53 
Niat dokter aja kita tak tau huhuhuhu, tapi gelarnya dokter, Thanks Brotha Deris Jaya

Tidak ada komentar:

Posting Komentar