Indonesia menuju Golput

Politik-Opini
Sejalan dengan berkembangnya tingkat analisa masyarakat terhadap perilaku para Pemerintah / Wakil Rakyat yang telah mereka pilih sampai dengan saat ini belum memberikan suatu arah yang tegas terhadap kehidupan berbangsa dan bernegara dalam mencapai masyarakat yang adil, makmur dan sejahtera serta beradab dan bermartabat, dan dibumbui dengan berbagai menu masalah yang hanya diselesaikan pada tingkat tertentu dan tidak tuntas.
Bahwa dengan dasar dimaksud, akan muncul berbagai tanggapan. Pertama masyarakat akan menganggap bahwa masalah tersebut segera dapat diatasi, Kedua Masalah tersebut perlu dipertimbangkan sehubungan dengan keterkaitan dengan unsur tertentu, Ketiga bahwa Masalah tersebut telah dapat di  atasi dengan penyelesaian terbaik melalui variabel2 kompleks yang telah ditemui pada sesi Pertama dan Kedua.
Persoalan demi persoalan di negara ini muncul sejalan dengan waktu, simultan dengan serangkaian tindak lanjut yang dilakukan oleh pemerintah / Wakil Rakyat baik secara instan, menunggu (dalam proses) maupun belum sempat dilihat (sesuai tingkat urgensi permasalahan / antrian tindak lanjut), dan secara otomatis masyarakat memberikan berbagai tanggapan. Namun apa yang didapat penyelesaian selalu memberikan ketidakpuasan masyarakat terhadap aksi yang di lakukan dan masih meyimpan sesuatu kecurigaan bahwa ada suatu rencana tertentu yang tidak menguntungkan bagi masyarakat. Dan hal ini berlanjut secara rutin, sehingga masyarakat merasakan kejenuhan yang semakin hari semakin bertambah kuantitasnya seiring dengan berjalannya waktu dan bertambahnya masalah.
Berbagai macam aturan dan peraturan diterbitkan (yang lebih ironisnya aturan dan peraturan di rancang untuk mewakili suatu kepentingan tertentu), namun masih terasa nuansa hutan belantara yang tak pernah tersentuh, tidak ada sinar matahari pagi yang menyejukan, yang terasa penderitaan, ratapan, rintihan dan harapan yang tak kunjung datang, sementara yang mengurus negara ini sibuk dengan pembelaan dan sanggahan atas upaya mereka, yang kurang berkenan dihati masyarakat.
Yang timbul pada klimaksnya masyarakat akan mengambil suatu jalan yang mereka rasa tepat dan tidak menimbulkan kerugian bagi masyarakat sendiri, yaitu diam seribu bahasa tanpa bertindak dan berbuat (GOLPUT) serta memulai suatu kesibukan demi berlangsungnya kehidupan Individualnya (Dapur Ngebul).
Namun hal ini juga diprediksikan tidak akan membuat suatu efek jera bagi para pengurus negara / Wakil Rakyat, mereka sibuk juga dengan membengkeli keadaan dimaksud, dengan mengatur suatu tata kerja yang dapat menguntungkan jaringannya melalui kursi-kursi strategis pada tatanan penentu kebijakan … melalui cara-cara tak terpuji.
Anda perhatikan dan pantau  saja … !!!
Priyanto B. Nugroho17 November 2010 21:07:41
benar juga barangkali ya?  
Ucoxs El Barton As Bart And Simpson
18 November 2010 20:33:00
trimakasih Pak Priyanto, saat ini perilaku para pengurus dan wakil rakyat belum mendapat persentase simpatik yang melebihi 50%, yang ironisnya kita masyarakat khususnya saya pribadi masih selalu memberikan pengampunan walaupun melakukan kekeliruan yang berulang-ulang, inikan pembiaran, dan mulai saat ini kesempatan tsb harus dibatasi agar hal ini tidak berulang2 kita rasakan. Saat ini mungkin masih banyak masyarakat mengidolakan dan memaafkan tokoh pujaannya, walaupun setelah mrk duduk di singasana untuk mengingatpun tak sempat dari apa yang telah mereka dapat dari pendukungnya. Mungkin 15 Tahun kedepan barulah kejenuhan memuncak, apabila para pengurus dan Wakil Rakyat hanya melakukan teori dan praktek2 konvensional spt skrg ini. Semoga masyarakat cepat terbangun akan hal ini dan mengambil suatu kebijakan buat mereka scr pribadi dan kemajuan bangsanya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar