Penulis bangga atas karya-karya para kompasianer dalam memeriahkan kompetisi Blog Paling Indonesia, dalam upaya menambah sedikit wacana, penulis mencoba ter dalam tinjauan berbeda:
Dimedia visual iklan property pada salah satu stasiun TV cukup menambah selera pada para kolektor rumah sedangkan untuk iklan para penduduk yang hidupnya mengontrak, ataupun tidur dengan selembar kardus berselimut koran tidak menjadi perhatian media visual.
Dimedia visual sinetron-sinetron borjuis merasuk sampai kedesa-desa yang sudah memiliki sarana, sedangkan drama-drama kehidupan nyata sering terabaikan oleh kurangnya minat para sponsor.
Dimedia-media Pendidikan bertaraf Internasional dengan perlakuan khusus hadir ditengah-tengah perkotaan, sedangkan didesa terasing, Pendidikan sama sekali bukan menjadi kewajiban.
Di kota-kota pembangunan jalan berlomba-lomba mulai dari jalan normal, flyover, underpass, dan bebas hambatan mewarnai gemerlapnya kota sedangkan didesa-desa jangankan flyover jalan beraspalpun rusak tak terperhatikan.
Jakarta sebagai kota jasa, pesat kehidupan masyarakatnya sedangkan Irian jaya sebagai penghasil sumber daya alam yang berlimpah justru masyarakatnya boleh saudara tanya sendiri.
Di kota, uang dicari sedangkan didesa petani sulit cari uang, banting stir merubah peruntungan di kota besar. Katanya beras ditanam tidak berharga dari pada berbisnis di kota.
belum lagi terkorup, terbuai, tersantai, terkesewenang-wenangan, terrimba dan selanjutnya.
Oh, oh ya oh ya bongkar by Iwan Fals
demikian sepersedikit ter yang dapat dirasakan di negeri Indonesia ini, dan masih banyak lagi ter teriblis yang bisa saudara lengkapi sebagai bahan penelitian kehidupan nyata bangsa ini.
SMP
Tidak ada komentar:
Posting Komentar