Masa Depan Indonesia


1299424502476289234

Gugel imej
Memperhatikan pengalaman seorang peneliti, tentang pentingnya pembentukan Sumber Daya Manusia/SDM (boleh juga SDM=Scuba Diver Maya) yang mampu berkompetensi di tengah-tengah kompleksitas kehidupan dunia di seratus  tahun kedepan untuk satu generasi, perlu kita menyediakan waktu dan tindakan secara serius dari bangsa-bangsa yang terlebih dahulu unggul walaupun juga harus tertinggal dari negara-negara baru unggul seperti Cina.
Salah satu bangsa yang sangat berpengaruh di dunia ini, menyakini bahwa SDM yang berkualitas bukan yang berkuantitas, akan memberikan kontribusi yang signifikan, karena mungkin mereka berpendapat, bahwa bangsa  dengan penduduk yang terbatas, tak mungkin bisa dengan cepat menjadi negara unggul sedangkan bangsa yang berpenduduk cukup saja untuk menjadi unggul perlu perjuangan yang panjang, bila kwalitas SDMnya hanya berkemampuan normal-normal saja. Berdasarkan komitmen pada rencana jangka pendek dan jangka panjang negara ini, maka pembangunan SDM menjadi perhatian khusus, demikian rencana itu:
Bagi ibu rumah tangga agar memprogramkan munculnya generasi berikut, dengan sungguh sungguh memberikan perhatian mulai dari melakukan pembenihan sampai benih tersebut tumbuh, siap untuk muncul ke dunia gelap dan terang, menjalani masa pemeliharaan, memberikan pendidikan, dan berkarya bagi bangsanya.
Langkah awal ibu, beserta keluarga setelah benih dinyatakan positif, agar menjaga diri seoptimal mungkin, semua rutinitas yang melelahkan dan segala sesuatu yang berefek terhadap kestabilan pikiran di hentikan sementara, hingga muncul si calon unggul ke dunia, melakukan hal-hal yang menyenangkan pikiran dan tidak membuat kesedihan dihati, memberikan warna dengan mendengar karya-karya terbaik sepanjang masa, seperti instrumen klasik melalui berbagai macam kombinasi alat-alat musik, hentikan kebiasaan melakukan pekerjaan berat, memperhatikan asupan gizi seperti kacang badam, kurma, susu, dengan makanan utama roti dan ikan tanpa kepala (kepala ikan: mengandung kimia yang tidak baik dan dapat merusak pertumbuhan otak di dalam janin), walaupun adakalanya mengidam hal-hal yang tak diidamkan seperti makan krupuk kulit hihihi. Pada intinya pikiran dalam keadaan rileks, sukacita, dan sehat (fisik dan fikiran). Langkah berikut si anak dibekali mempelajari alat musik piano dan biola (berhubung sudah diprakenalkan dalam masa kandungan mungkin mempunyai suatu keterkaitan), makanan awal sebelum menyantap makanan utama adalah buah-buahan, kacang badam dan pil minyak ikan, dan pada masa sekolah dasar anak-anak di ajarkan matematika niaga dan Ilmu Pengetahuan Alam, dengan ektrakurikuler olah raga seperti memanah, menembak dan berlari (agar memiliki keakurasian dan kecepatan di dalam berbagai hal). Pada sekolah menengah barulah dibekali dengan sains yaitu dengan mendorong anak untuk membuat/mencipta produk, walaupun produk itu menguras waktu dan biaya namun tetap diteliti dengan serius. Dan pada perguruan tinggi, pelajar akan dinyatakan lulus apabila di dalam satu Tim dapat menghasilkan keuntungan US$ 1 juta melalui praktek/proyek aplikasi pada jurusan/fakultas Ekonomi. Sumber Dr. Stephan Carr Leon.
Bagaimana dengan Indonesia, tak usah repot-repot Indonesia, penulis adalah salah satu produk gatot (gagal total), namun penulis menyadari bahwa Indonesia adalah tempat lahir penulis, dan orang tua dan kakek nenek serta nenek moyang penulis, itulah proses panjang perjuangan para pendahulu dan tibalah giliran penulis untuk memulai suatu yang baik bagi masa depan berkelanjutan.
Indonesia Hanya perlu adanya keseriusan pemerintah dan wakil rakyat negeri  ini (program saja bubar setiap 5 tahun, mau dapat apa, rakyat?), dalam menciptakan suatu generasi manusia yang dapat membawa bangsa ini unggul dalam penilaian bangsa lain.
Indonesia Kegelisahanku, Saudara tahu siapa bangsa itu …, meneladani suatu demi masa depan bangsa, tanpa mengorbankan apa yang sudah dipikul, sangat sulit diterima bangsa ini. Gur Dur, penulis memberi jempol buatmu.
12994241661292787959
SMP

Share 0
<p>Your browser does not support iframes.</p>
KOMENTAR BERDASARKAN :
  • 6 March 2011 22:18:28
    pertamaxx dapat pentungan……….
    kaburrrrrrrrrrrrrrrrrrr…………………..vote aktual deh
    Suka
  • 7 March 2011 07:25:57
    Hawa itu ditembok fotomu?, tidak aku cium kok foto itu, hihihi, kedua aja dah aku
    Suka
  • 6 March 2011 22:28:41
    tadi juga mau pertamaxx…sdh duluan Hawa….
    SMP aja Lae..
    Suka
  • 7 March 2011 07:27:44
    yang penting tidak terjadi seperti slogan di bis Lae, sesama bus kota dilarang saling mendahului. Thanks Lae aku keempat aja deh …
    Suka
  • 6 March 2011 22:43:10
    M E R D E K A haha
    Suka
  • 7 March 2011 07:22:38
    Hihihi, 17 Agustus 2011 masih 5 bulan ke depan, jadi masih M E R D E K E E E
    Suka
  • 6 March 2011 22:46:20
    Masa depan Indonesia ada di tangan kita semua.
    Kl kita adalah manusia pembelajar,maka Indonesia bisa maju.
    Jika bangsa pembenci,jadilah terorIs.
    Jika bangsa pencuri,jadilah koruptor.
    Masa depan Indonesia,bkn di tangan pemimpin.
    Di tangan kiTa,nasib merekalah yg di tangan qt
    Suka
  • 7 March 2011 07:26:54
    Revolusi, bila indra para pengurus negeri sudah mati rasa,itu nasib di tangan kita. hihihi
    Suka
  • 6 March 2011 23:15:42
    HI LITE HEBAAAAATATTTTTTTTTT
    Suka
  • 7 March 2011 12:30:58
    Cak Nun bilang negeri ini adalah penggalan sorga, tp para penduduknya tak mampu mengurusnya. Kita punya kekayaan melimpah dari laut, atas dan dalam bumi. Pun tanah yg amat subur. Tp malangnya, kita bagai tikus-tikus yg kelaparan di lumbung padi. Renungan menggelitik, bang Ucoxs. Salam hangat.
    Suka
  • 7 March 2011 13:38:19
    Oleh karenanya pembangunan suatu bangsa tidak seperti tukang sulap, dibutuhkan pengorbanan bukan praktis melalui para praktisi, tetapi keuletan agar masa depan impian dapat direalisasikan, bayangkan bangsa itu merancang kualitas melalui start, proses dan raihan Terimakasih Don Domiko Tang. SMP

Tidak ada komentar:

Posting Komentar