Lampu diskotik berestafet sambut menyambut, flash berkelebat, music dum tam dum, layar lebar beradegan nafsu, diselingi suara yang tak asing oh... yesss... oh..., tarian live melucuti pelapis tubuh, satu persatu proteksi terlempar ke floor, cekakak cekikik, kepala turun naik kiri kanan, meja penuh remah kenikmatan, buah-buah terjamu apik, aneka warna isi gelas menemani suasana, pramusaji memberi senyum menggoda, butir-butir berserak minta dibersihkan dari atas meja.
Dipojok ruangan terlihat ruang kaca yang sangat mewah, dijaga oleh para prajurit pilihan dengan pakaian hitam pekat, rupanya didalam sanalah para petinggi Iblis berkumpul melakukan rapat dalam mengatur program kerja. Hampir setiap waktu rapat diadakan, untuk mengetahui sejauh mana rencana dapat terealisasikan dan memenuhi tujuan organisasi.
Tibalah peristiwa akbar yaitu rapat besar tahunan, rapat yang ditunggu tunggu anggota, karena disana hadir sejumlah petinggi-petinggi regional yang akan melaporkan hasil kerja mereka.
Dengan pengawalan ketat, masuklah pimpinan rapat menuju podium kemudian duduk dan memberi salam
"Salam Luzie",
Para peserta rapat menyambut dengan berdiri, menundukkan kepala dan menyahut serempak “Salam Ferie”, diiringi tepuk tangan kemudian duduklah pimpinan disambut dengan para peserta menempati kursinya masing-masing.
Selamat Malam para pucuk pimpinan iblis regional/Pejabat Iblis Regional, hari ini resmi saya buka rapat akbar, silahkan masing-masing menyampaikan laporannya:
Pejabat Iblis negara A
Terimakasih bapak pimpinan, setelah kami melakukan pemetaan terhadap manusia di regional kewenangan kami yaitu negara-negara yang mayoritas manusianya menyakini agama sebagai parameter kehidupan (issue agama memberikan kontribusi yang signifikan), ternyata kami sangat menikmatinya dan secara rutin melakukan update bilamana ada langkah-langkah yang perlu di rubah, ditambah, ataupun dikurangi.
Kenapa demikian, karena manusia akan memberikan prioritas ter-utama/ VVVIP Action bila agamanya dikatakan salah bila ditinjau dari sisi pandang yang berseberangan, terlebih bila menjual nama idola mereka, padahal mereka tidak tahu idolanya itu tidak pernah luput dari rayu dan siasat kami, dan lebih lagi manusia itu tidak pernah memanfaatkan otak yang sudah dilengkapi oleh, (sssssst ..., tidak enak ngegosipin, entar dicap crewet lagi) dengan belajar dan terus belajar. Banyak dari mereka suka membeda-bedakan keunggulan dari kitab-kitab masing-masing, padahal kitab-kitab itu merupakan karya mereka juga, disamping itu ada manusia-manusia yang berpengaruh di suatu negara tertentu memanfaatkan situasi masyarakat lugu agamaisme dengan mengoptimasi kemampuan olah pikir otak kearah radikalisme (ganti kolor/cuci otak menjadi pahlawan bunuh diri mengatasnamakan perjuangan, sedangkan pemimpinnya asik-asik tertawa di dalam hati, padahal mungkin pemimpin itu sibuk berpesta pora dengan para penghibur wahid atau mencari kembali manusia-manusia tersesat otak atau manusia-manusia malas berfikir atau otak-otak yang belum menerima input dan melakukan proses berfikir. Bentuk kemunafikan terdasyat dalam sejarah hidup manusia) dari dan herannya mereka tidak pernah mengakui dua pilihan yang menjadi bagian penting di dalam dirinya yaitu pengambilan keputusan akan kebaikan dan kejahatan Andai saja nenek moyang manusia tidak memutuskan untuk memilih kejahatan pada zaman itu, maka kerajaan Iblis sangat sulit dan malah tidak ada masa depan sama sekali. Karena pilihan itulah, kami, kerajaan Iblis berterima kasih kepada nenek moyang manusia yang telah memberikan kesempatan berikut untuk memupuk dan meningkatkan kinerja kejahatan kami waktu lepas waktu seiring dengan bertambah tuanya bumi yang menjadi tempat pembuangan nenek moyang manusia atas resiko pelanggaran yang diperbuat.
Singkat cerita, upaya yang kongkrit seperti mengadu domba para pemeluk lintas agama, dengan melahirkan, menumbuhkan benih-benih perbedaan akan kebenaran, melakukan pengiringan opini massa akan perbedaan itu melalui para pemuka lintas agama yang berfikir dengan cara ektrim, maka terjadilah pengelompokan-pengelompokan yang memiliki misi dendam yang diingat sepanjang kehidupan. Ditambah dengan pembelokan pemahaman manusia akan komunikasi dengan Tuhannya sehingga menjadikan manusia beranggapan komunikasi/ibadah adalah penyelesaian gratis diatas perbuatan-perbuatan kejahatan manusia. Disamping ketamakan manusia yang memanfaatkan kemampuan olah pikir otak untuk berkomunikasi/ibadah/doa sebagai pemenuhan hasrat kepentingan pribadinya. Demikian laporan ini kami perbuat, mohon petunjuk dan arahan bapak pimpinan.
Selanjutnya dipersilahkan pejabat berikut untuk menyampaikan laporannya.
Pejabat Iblis negara B
Terimakasih bapak pimpinan, setelah kami melakukan pemetaan terhadap manusia di regional kewenangan kami yaitu negara-negara yang mayoritas manusianya menyakini segala sesuatunya berdasarkan suatu proses, sehingga hal-hal yang tidak melalui proses tidak memperoleh kesempatan untuk berkembang biak, apalagi menjadi sistem pengembangan atas kemajuan peradaban manusia di negara tersebut. Mereka memberikan perhatian penuh kepada hal-hal peningkatan taraf hidup masyarakat dan negaranya melalui optimasi proses kerja otak dalam memberikan produk-produk berkualitas dengan kerja keras yang tidak henti-hentinya. Parameter keberhasilan mereka terukur dan komitmen pemerintahan menjadi jaminan untuk tidak menodainya dengan manuver-manuver politik seperti dinegara-negara agamis. Namun apa lacur pemikiran itu menjadikan manusia tidak dapat membedakan norma-norma, karena atas dasar suatu kebebasan dalam berpendapat melalui kelompok / golongan tertentu melakukan terobosan-terobosan dengan maksud agar dilegalisasikan kepentingannya, sehingga salah satu contoh norma dimisalkan kelamin yang dahulu kala dikenal dua; sifat kelamin laki-laki dan perempuan, saat ini berkembang dobel kelamin atas wanita bawah pria, disepakatinya kelompok homoseksual atau lesbian, dahulu kawin sebagai upaya untuk memenuhi kehidupan bumi dengan melanjutkan keturunan, sekarang menjadi show biz dan menjadi kebutuhan umum masyarakat tertentu. Kepuasan manusia akan sesuatu hal tidak pernah mengurangi keinginan berfikir manusia untuk menerobos norma agamis, ini akibat dari dihapusnya pandangan agama dari kehidupan manusia. Oleh karenanya kami tidak mengalami kesulitan dengan cara berfikir manusia tipe ini.
Adapun langkah-langkah antisipatif kami adalah lebih menitikberatkan kepada proses prioritas optimasi pemakaian pemikiran berdasarkan kebutuhan kelompok untuk mendapat legalitas dihadapan umum, disamping menurut kaum agamis ada hasil positif atas pengembangan pengetahuan, disisi lain hujatan kaum agamis atas legalisasi suatu tradisi modern yang berkembang melalui pola penyimpangan norma yang berlaku di kaum itu. Demikian laporan ini kami perbuat, mohon petunjuk dan arahan bapak pimpinan.
Berhubung pemimpin rapat ada deal dengan new comer (pelacur baru), rapat untuk sementara waktu dibubarkan, dan kepada para peserta rapat disarankan agar terus mengupdate/membuat terobosan terobosan baru, agar kita, masa depan masyarakat Iblis berkembang sesuai harapan / target organisasi Salam Ferie, demikian kata pemimpin rapat, disambut para peserta Salam Lusie.
Satu persatu para peserta kembali, pesta pun berlanjut.
NB: LUZIFER: Sesepuh Iblis
NB: LUZIFER: Sesepuh Iblis
SMP
Tidak ada komentar:
Posting Komentar