
Dengarkan sejenak:
- Bukan Cinta Biasa by Siti Nurhaliza
Adam dan Hawa katanya (beberapa kepercayaan) adalah mahluk hidup (di dasari macam-macam teori spt: Teori Kreasi Khas: kehidupan diciptakan oleh zat Pencipta, didapat karena adanya pemikiran tentang ketuhanan; atau Teori generation spontaneae, Aristoteles (384-322 SM): bahwa mahluk hidup berasal dari benda mati-debu tanah; atau teori keadaan mantap: bahwa kehidupan tidak berasal-usul; atau teori Biogenesis; pilihan sesuai selera manusia untuk memilih) yang pertama sekali muncul tanpa suatu proses kelahiran seperti saya dan saudara lahir, di taman Eden (kepastian koordinat berapa Eden itu?). Mereka berdua menikmati Taman Eden. Nah berhubung kemunculan tidak melalui proses, plok maka si Adam dan si Hawa kaget (karena proses otak sedang bekerja), mata yang muncul juga tanpa melalui prosespun takjub melihat ke kiri, kanan, atas dan bawah, namun mereka belum mengetahui kalau mereka itu punya kelamin (ini ada prosesnya), ciut, ciut…, aum, aum…, kwek-kwek…, krog-krog (babi-menurut istilah sekarang, entah apa pertamanya)… , meong, meong…, kukuruyuk, kukuruyuk…, wah kuping merekapun terbuai oleh spektrum suara yang bervariatif seperti sebuah lagu yang diiringi oleh alat-alat music yang sudah dapat kita nikmati saat ini. aroma-aroma seperti bau hewan, bau tumbuhan seperti kayu-kayuan, dan aroma badan terasa oleh hidung mereka. Daun dipetik, singkong dicabut, buah di panen, (padi dahulu ditanam persisnya dimana ya) kemudian dikonsumsi oleh mulut sebagai bahan bakar dan dinikmati cita rasanya oleh lidah yang ada dimulut hihihi. Pohon-pohon dipanjat oleh kaki, tangan dan memetik buah-buahan yang sudah ranum dengan tangan.
Dengan dibekali oleh perintah atau firman, Adam dan Hawa melakukan pembicaraan dengan sesuatu yang tidak berwujud. Bagaimana cara Adam dan Hawa berdialog dengan sesuatu yang tidak berwujud? kalau dilakukan dengan bahasa tubuh, pertanyaannya: dengan wujud atau bentuk apa, yang tidak berwujud dapat mencontohkan bahasa tubuh?. Maka inilah mula pertama suara tidak berwujud terdengar oleh kuping Adam dan Hawa yaitu “Semua pohon dalam taman ini boleh kau makan buahnya dengan bebas, tetapi pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat itu, janganlah kaumakan buahnya, sebab pada hari engkau memakannya, pastilah engkau mati.” Luar biasa, manusia muncul tanpa sebab dapat memahami suara tersebut, atau jika manusia dari bayi, kemudian mereka belajar bersuara dan berbicara seperti keadaan sekarang, mungkin bisa dimengerti suara yang tidak berwujud dimaksud. Lalu jika urutannya seperti demikian, siapa pengasuh bayi Adam dan Hawa, yang memberi makan, berbicara dan mengurus sampai dapat mendengar suara dan maksud dari pada suara tersebut. Jadi disepakati saja menurut versi penulis Adam dan Hawa diciptakan dari debu tanah dan dihembuskan nafas kehidupan oleh yang tidak berwujud dalam kondisi dan situasi berusia cukup untuk mendengar dan memahami perintah tidak berwujud itu.
Dengan Firman/Suara yang diwujudkan dalam bentuk bahasa (entah itu bahasa yang seperti apa-atau bahasa kode kirkjd kdlakl kjdkdjkd ifkflsjab jg 718726638181781 @#&$*$* kdjkadkj kdjkajksjsk), karena hanya 2 manusia Adam dan Hawa berdialog dengan yang tidak berwujud, seperti kutipan di atas, kemudian diimplementasikan sesuai arahan, hingga akhirnya tergoda untuk melakukan pelanggaran dengan memakan buah pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat itu. Kenapa disebut buah pengetahuan baik dan jahat (bisa diasumsikan awal diciptakan pohon ini berpengetahuan (menyimpan beraneka referensi) baik, namun setelah dijadikan pondokan Iblis dengan seijin yang tidak berwujud, maka bertambah pengetahuan pohon buah itu menjadi baik dan jahat hihihi).
Tulisan ini akan berlanjut di Cluster berikutnya.SMP
buah apaaaaaaaaaaaaaannnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnn
Plak Pok, Plak, wa sadar napa, obat jangan telat, jgn-jgn dah nyicip cairan obat nyamuk nich hihihi