Saudara akan terjebak jika saudara lanjutkan membaca ini, karena tulisan ini sudah terlebih dahulu menjebak penulis. Tapi kalau saudara masih juga tidak mengindahkan ajakan ini, resiko silahkan tanggung masing-masing.
Inilah tulisan itu:Saya mengakui bahwa saya bodoh, agar saya diakui pintar oleh orang lain.
Bodoh bila saya berfikir menentang nabi, dan pintar apabila saya mengikuti nabi, padahal beliaupun asalnya dari manusia juga.
Bodoh bila saya tidak membaca semua buku yang diciptakan manusia, dan pintar apabila membacanya, padahal yang menulispun asalnya dari manusia juga.
Adakalanya saya merasa pintar apabila membaca buku yang pro dengan apa yang saya inginkan dan yakini tetapi saya merasa bodoh pada saat saya membaca buku kontra, padahal yang menulispun asalnya dari manusia juga.
Saya merasa pintar apabila melaksanakan sembahyang/doa dengan diketahui oleh banyak orang, dan akan kelihatan bodoh bila melakukannya tanpa diketahui banyak orang. padahal semua manusiapun tidak tahu apa yang diinginkan sang Pencipta.
Saya merasa pintar apabila sembahyang/doa dengan kalimat yang indah-indah merayukan, dan merasa bodoh apabila tidak bisa merangkai kalimat sembahyang/doa seindah yang manusia lain yang menyebutkan, padahal semua manusiapun tidak tahu apa yang diinginkan sang Pencipta.
Saya merasa pintar apabila orang lain dapat merubah kepercayaannya dan mengikuti kepercayaan saya dan merasa bodoh apabila orang lain tidak menurut dengan apa yang saya sarankan, padahal sang Pencipta hanya menginginkan kesetiaan akan apa yang dipercayai masing-masing manusia.
Saya merasa pintar dengan menebang hutan tanpa henti-hentinya, hanya untuk mendapatkan gelar kehormatan tetangga bahwa saya hidup berkelayakan, dan akan terasa bodoh bila hutan saya pelihara, sedangkan orang lain sibuk menguras dan memperkosa hutan bertubi-tubi, sampai loyo tak berdaya. padahal sang Pencipta menciptakan hutan dan segala isinya, yang bekerja bukan karena pikiran alam dan isinya, namun dapat lestari dengan belas kasihan manusia.
Saya merasa pintar apabila bisa mengatakan bahwa itu kesalahan alam, karena alam tak mampu berbicara dengan bahasa manusia dan akan merasa bodoh bila perbuatan alam tersebut adalah hasil perbuatan saya, padahal sang Pencipta telah menciptakan alam berikut kekuatan , keindahan dan manfaatnya dan berharap manusia dapat mempertimbangkannya.
Saya akan merasa pintar, bila saya mengedepankan keterbatasan pemikiran/akal, dan akan merasa bodoh bila membebaskan pikiran seliar-liarnya (liberal), padahal sang Pencipta telah menanamkan otak yang menjadi kewenangan manusia untuk mempergunakannya, sepanjang proses pikir itu tidak mengadili sang Pencipta.
ah, masih banyak lagi silahkan para kompasianer saling melengkapi.
Kepintaran dan Kebodohan adalah kewenangan sang Pencipta untuk menyebutkan hal itu kepada hambaNya Karena manusia adalah hamba (pembantu) yang bertugas melayani Tuannya, dan sesama pembantu hanya berkewajiban memberi bantuan kepada sesama pembantu lainnya (melengkapi pelayanan yang terbaik), walaupun berbeda ras / kesukuan / keunikan / kepercayaan / pengalaman / keahlian dst agar berkenan dihadapan sang Pencipta. Sesama pembantu tidak diperkenankan saling mendahului, karena akan disebut akan mengambil kewenangan Tuannya dan Tuannya tahu akan segala hal, apalagi sesama pembantu tidak menghargai kehidupan sesama pembantu dengan cara menjual nama Tuannya.
Bhinneka Tunggal Ika, adalah Asosiasi Pembantu di Indonesia. hihihi.
Apakan saya bilang, sudah di warning lho …
Mohon maklum, bila saya tersinggung akan tulisan ini.
SMP


mau urus lapak sendiri dulu…hihihihi salam
wah..wah..wah.. untung aja aku merasanya bodoh.. hahahaha
btw.. I love this post bro.. ente coba ngelusin pipi yang merasa pinter yah.. hahahahahah salam bro
Pencipta berkata : Makhluk paling bodoh adalah siapa saja yang berani menantang penciptanya tak peduli IQnya, apa pangkat, kedudukan dan tanda jasanya. Makhluk paling pintar adalah makhluk yang tidak mau menantang penciptanya tak peduli titelnya, IQnya, Hartanya dan lain sebagainya.
cuma sayangnya kadang kalo inget, kita sedang pintar tapi kadang kalo datang lupanya kita mendadak bodoh..hahhaha… Sial gw masih suka tergoda sama fatamorgana hahahha..
Mrt saya, Tergantung kontekstual peristiwa dan situasinya..
Ukuran Pintar atau Bodoh pun perlu ada PEMBANDING nya..
Hue.he.he…
Salam Happy