Alkisah Tarzan si Raja Hutan berangkat meninggalkan rumahnya menuju kota dengan harapan memperoleh pengalaman yang berbeda/baru. Setelah sekian lama dia bermukim di kota, kembalilah si Tarzan membawa secuil pengalaman ke desanya yang bernama “Hutan”, mungkin reka pembaca si Tarzan hanya seorang diri di Hutan, wow ini diluar kebiasaan, ternyata disana sudah seperti di desa desa pada umumnya, ada keluarga, ada rumah, ada anak-anak, ada pos ronda juga, pokoknya telah terbangun rutinitas kehidupan.
“Pagi yang cerah, udara yang segar, kicau burung, dan semua keunikan hutan dapat kurasakan kembali, oh sungguh luar biasa. Aku bersyukur masih dapat menikmati ini” ucap Tarzan kala beliau bangun dari tidurnya dan menikmati di sela-sela daun jendela, setelah istirahat karena lelah dari perjalanan panjangnya selama di kota. Sambil bergegas, Tarzan menuju lemari yang terbuat dari anyaman rotan dan mengambil pakaian (oleh-oleh beliau dari kota), dengan gagahnya beliau berjalan keluar menuju tempat anak anak (usia 7-12 tahun) kampung “Hutan” berkumpul (sekolah hutan).
Sambil menikmati “Cincang Usus” dan “Wisky Cola” (oleh-oleh kota), Tarzan memecah kekakuan sekolah hutan dengan mengajukan pertanyaan:
Tarzan: ini warna apa?
Murid A: Merah
Tarzan: ini warna apa?
Murid B: Biru
Tarzan: ini warna apa?
Murid C: Kuning
Tarzan senang ternyata para murid sudah mengenal warna dengan baik, sambil mengunyah cincang usus Tarzan kembali bertanya:
Tarzan: Berapa warna yang kalian tahu?
Murid D: ada 3, Merah, Biru, Kuning;
Murid E: ada 5, Merah, Biru, Kuning, Hitam, Putih;
Murid F: ada banyak, warna di definisikan oleh komputer dengan kode Hexadesimal (1-F).
rupanya Tarzan baru tahu kalau dihutan sudah on line walaupun hanya 1 PC 486 yang butut. (10 tahun beliau bermarkas di kota).
Tarzan cukup puas dengan jawaban murid-murid hutannya, dituang “Wisky Cola” ke gelasnya,
Sambil meneguk minumannya, Tarzan bercerita, waktu bermukim di kota dan mengamati mahluk-mahluk yang tinggal disana, saya sempat heran melihat prilakunya:
- (kata orang kota sih “Agama”), sibuk dengan berjibaku mempertahankan eksistensi masing-masing ditambah dengan bumbu-bumbu provokasi, dengan hujatan-hujatan mempergunakan kata “tolol”, “kafir”, dan banyak lagi.
- Ada juga mahluk yang merasa paling super dengan memperbincangkan ketololan Mahluk tersebut dibelakang padahal mereka juga asalnya dari tidak berilmu menjadi tambah ilmu.
- Ada juga Mahluk yang setia merenung mundur ke belakang satu langkah dan maju ke depan dua langkah,
dan terserah kalian aja deh kata Tarzan kepada murid-muridnya mau perpanjang seperti apa, intisari-nya satu mahluk mewakili oleh 1 perilaku yang unik, coba bayangkan berapa banyak prilaku dijagad ini:Tarzan bertanya kembali dengan bobot yang semakin menajam:
Diskusi kita berdasarkan kasus di atas,
Tarzan: gambar apa itu di dinding? (gugel imej)
Murid G: pelangi
Murid H: Numpang tanya, apa kepentingannya dengan cerita Bpk Tarzan tadi?
Nah ini dia si H rupanya tidak bobo ya waktu Bpk cerita, sambil menyeka sisa Wisky Cola yang belepotan dibibirnya.
Tarzan: Coba terka berapa warna yang ada dalam gambar itu?
Murid I: Wah pusing Pak, sepertinya saya harus mengidentifikasinya dengan Kode Hexadesimal nich.
Tarzan: Wow, ckckck …, kalau sebidang warna di gambar tersebut Bpk Buang bagaimana?
Murid J: Wah berabe dong Pak, pasti gak sedaplah dipandang gambar itu.
Tarzan: Apa keterkaitan Pelangi dengan Prilaku cerita bapak di atas?
Murid K: Berdasarkan jawaban teman2 dapat disimpulkan setiap Mahluk hidup berprilaku seperti layaknya warna, dan warna dapat menjadikan suatu bentuk yang indah apabila dirangkai dan direkat dengan norma2 seni yang ada.
Tarzan: Diluar kebiasaan jawaban ini hihihi, Bagaimana kalau kalian melukis dengan 1 atau terbatas warna?
Murid L: kalau satu warna misal putih, maka akan jadi papan tulis pak, kalau 2 bisa jadi bendera pak, kalau 3 bisa jadi iklan pak, ah terserah bapak lah.
Tarzan: Saya senang kembali dan tinggal di hutan ini, karena warna di kota tidak seindah lukisan yang kalian lihat didinding tadi, semoga hutan kita ini selalu diisi oleh Makluk2 seperti kalian.
Tarzan pamit kepada murid2 untuk kembali melanjutkan perburuannya dihutan.
SMP
Tidak ada komentar:
Posting Komentar