Keprihatinan Terhadap Puput Slalu Tersenyum


Mungkin kompasioner bertanya, siapa puput? dan kenapa harus prihatin?
Penulis merasa perlu mengingatkan kembali, mungkin sebelumnya telah terbit tulisan dengan hal yang berhubungan dengan puput. Tak ada salahnya bila kami sebagai WNI dan bagian dari harapan bangsa memohon kepada teman2 untuk merenungi mengapa prilaku macam ini terlahir pada salah satu generasi muda kita?, dan ini bukan hanya pada beliau seorang, dan beliau berusaha sedemikian rupa untuk menjadi domain dan mencari para pengikut yang seidealis dengannya.
Ada baiknya penulis memuat beberapa cuplikan singkat beliau, agar para pembaca memiliki panduan / dasar dalam menindaklanjuti prilaku yang saat ini mengelitik naluri peradaban/moral kita diantaranya:
Pada ID Facebook
Puput Slalu Tersenyum
  • BANG YESUS ITU DUKUN CABUL., DI HUKUM KARENA KASUS PENCABULAN DI BAWAH UMUR.. MAKA DARI ITU BANG YESUS DI GANTUNG DI TIANG JEMURAN PAKAI CELANA DALAM.. XIXIXIXIXIXIXIXIXIXI….
  • Kalau mau tau hobinya Om Yesus nie..
Put ada potonya, Hobinya Om Yesus tuh apa..
Pada group facebook
Dukung-Puput-Jadi-Presiden-Pemilu
  • sebodoh2nya puput masih bodoh Umat Kristen yang nyembah Om Yesus yang berpenampilan sama dengan pengemis, hanya bisa teriak2 kesakitan seperti anjing mau mampus, waktu disiksa di salib… berteriak2 menunjukan bahwa Om Yesus tiada kuasa apapun… xixixixixi….nb. (orang kristen yang protes berarti bego)
Apa yang terlintas pertama bila kita membaca posting beliau:
  1. Bagi responden Agamis akan berpandangan memihak jika didasari oleh pemahaman ego.
  2. Bagi responden yang didasari budaya/adat istiadat/aturan/pengetahuan akan berpandangan: Contoh karakter yang tidak memiliki budaya dan terlahir dari orang tua yang kurang memperdulikan masa depan penerusnya atau memang karena keadaan lingkungan yang semakin kompleks;
  3. Bagi responden penganut paham kebebasan akan berpandangan: ini manusia sangat bersemangat dan berani untuk mengemukakan pendapatnya dengan lugas;
  4. Bagi responden muda/remaja/anak-anak yang mencari bentuk/jati diri akan berpandangan: ini suatu hal baru dan berusaha untuk memahaminya dan mungkin akan menjadi pondasi prilaku dikemudian hari;
Bagaimana masing-masing responden menyikapinya:
  1. Responden Pertama akan terus berusaha memberikan dukungan tanpa memperhatikan kaidah2 dan nilai2 norma yang berlaku di masyarakat
  2. Responden kedua akan mengupayakan suatu bentuk peringatan dini kepada internalnya kemudian kepada lingkungannya untuk lebih berhati-hati dan selalu meningkatkan kewaspadaan dalam menghadapi lingkungan yang tak bersahabat dimaksud;
  3. Reponden ketiga menilai bahwa telah muncul suatu trend peningkatan kebebasan dan digiring oleh generasi baru, hal ini perlu disupport/dukung agar kepentingan-kepentingan pendahulu dapat dijembatani oleh generasi baru yang penuh inspiratif dan berani.
  4. inilah Reponden yang akan menjadi perhatian khusus, karena belum memiliki pengalaman dan belum memiliki landasan yang jelas masih mencari jati diri dan selalu mencoba untuk yang terbaik, namun apabila tidak didampingi maka akan terjadi bola salju yang akan mengancam bila tidak segera diatasi, yang ironisnya Responden ini apabila telah salah pilih maka lingkungan Narkoba siap untuk menampung segala kesulitan tipe responden ini dikarenakan ketidakberdayaan dan tidak adanya perhatian yang lebih intens terhadap perkembangan generasi ini.
Bertitik tolak dari pandangan dan sikap dari masing2 responden dimaksud, penulis hanya menghimbau kepada masyarakat agar lebih bijak dan berpandangan jauh kedepan, bagaimana kita membentuk dan membangun karakter masa depan masyarakat kita?, apakah kita akan membiarkannya?, semua ini kembali kepada kita selaku pemegang tanggungjawab secara estafet  terhadap kredibelitas penerus kita dimasa depan. Langkah-langkah yang perlu dan harus segera diimplementasikan oleh pemerintah dan masyarakat adalah:
  1. Menetapkan standarisasi prilaku/norma dan memberlakukan sanksi terhadap pelanggaran dimaksud;
  2. Membangun kembali karakter masyarakat melalui pendidikan dasar / usia dini yang dilandasi moral dan prilaku/norma yang berlaku dimasyarakat (Pancasila dan Kebhinekatunggalikaan).
  3. Memberlakukan suatu aturan yang ketat di dalam perkawinan yaitu dengan kewajiban (biaya ditanggung pemerintah) mengikuti serangkaian training dalam rangka pembinaan, hak, dan kewajiban keluarga dalam menjamin masa depan anak-anak bangsa.
  4. Membangun suatu karantina khusus bilamana terdapat penyimpangan-penyimpangan prilaku/norma masyarakat.
Demikian penulis sampaikan, semoga hal ini menjadi salah satu hal yang berguna dan bermanfaat dikemudian hari.
Salam Merah Putih. 

24 November 2010 13:09:16
Trimakasih sudah merespons..
Saya rasa ketika bersuara dan berpendapat pun ada aturannya, istilahnya kebebasan yg bertanggungjawab. Saya rasa saudara puput dan juga pemilik akun-akun yg sjenis itu sudah melewati batas kebebasan yg dijunjung tinggi… 
Ucoxs El Barton As Bart And Simpson
24 November 2010 13:33:40
Terima kasih untuk tanggapannya. Setuju, adanya keteraturan mencerminkan budaya yang bermartabat dan merupakan salah satu kunci keberhasilan suatu kegiatan/Negara. Negara Maju terbentuk dari proses yang panjang melalui penyelenggaraan negara yang konsekuen dan berorientasi kepada kepentingan bersama/rakyat. Puput adalah suatu bentuk kecacatan yang telah merasuk ke darah nasionalisme kita oleh karenanya kepedulian yang serius dari penyelenggara negara sangatlah urjen untuk diilaksanakan segera. 
Saddam Pradana
1 December 2010 01:23:12
kenapa itu yang kita urus…. itu hanya cara untuk memecah belah islam di mata dunia..
kenpa di saat Agama Islam di hina baru kita sadar bahwa berartinya Agama kita…
tidk sadrkah kita, Kita sering meninggalkan Sholat, kita sering tidak berpuasa…
dan masih banyak lagi….
kenapa harus menambah dosa dengan hal sperti ini.
dengan berkata kotor kita tidak akan bisa membuatnya jera malah sebaliknya diya akan tambah senang…
biyarkan Allah SWT yang memberikan ganjaran yang setimpal…
Allah tidak pernah tidur… 
Ucoxs El Barton As Bart And Simpson
1 December 2010 22:18:19
Trimakasih atas kunjungan dan tanggapannya Bpk Sadam, setuju dengan pendapat bapak utk lebih instropeksi diri Salam Merah Putih
1714 4 1 dari 1 Kompasianer menilai Menarik 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar